<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>BBM subsidi Archives - Endemik</title>
	<atom:link href="https://endemik.id/tag/bbm-subsidi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endemik.id/tag/bbm-subsidi/</link>
	<description>Endemik adalah platform media berita kolaboratif, terkini yang menyajikan informasi politik, olahraga, ekonomi, bisnis, lingkungan dan budaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 05:08:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://endemik.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-mini-logo-60x60.png</url>
	<title>BBM subsidi Archives - Endemik</title>
	<link>https://endemik.id/tag/bbm-subsidi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengiriman Lambat, Nelayan di Kecamatan Labuan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi</title>
		<link>https://endemik.id/pengiriman-lambat-nelayan-di-kecamatan-labuan-keluhkan-kelangkaan-bbm-subsidi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[endemik]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 05:08:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BBM subsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU-N]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=7331</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejumlah nelayan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) <a class="read-more" href="https://endemik.id/pengiriman-lambat-nelayan-di-kecamatan-labuan-keluhkan-kelangkaan-bbm-subsidi/" title="Pengiriman Lambat, Nelayan di Kecamatan Labuan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/pengiriman-lambat-nelayan-di-kecamatan-labuan-keluhkan-kelangkaan-bbm-subsidi/">Pengiriman Lambat, Nelayan di Kecamatan Labuan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejumlah nelayan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang mereka butuhkan untuk melaut. Kondisi tersebut disebut semakin dirasakan akibat pengiriman BBM yang dinilai berjalan lambat.</p>
<p>&#8221; Kita bingungnya kalo disaat kita butuh pengiriman dipusatnya lambat, terpaksa kita nganggur dulu,&#8221; kata Juna, salah satu Nelayan di Kecamatan Labuan, Kamis (08/10/2026).</p>
<p>Menurut Juna, Kelangkaan BBM subsidi membuat nelayan harus mengurangi aktivitas melaut, Situasi ini berdampak terhadap biaya operasional serta pendapatan para nelayan.</p>
<p>&#8221; Yang seharusnya nganggur satu hari, ini bisa satu Minggu karena BBM nya lambat dikirimnya.sementara makan buat selama nganggurnya duit dari mana, sementara hasil dari laut juga gak menentu. Kadang banyak kadang kurang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8221; Kalau kebutuhan BBM kita ini antara 30 sampai 40 liter setiap kali melaut,itu untuk Perahu Jaring. Tapi kalau perahu-perahu kecil malah lebih banyak lagi bisa sampai 80 liter,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Juna berharap pasokan BBM subsidi dapat kembali normal dan distribusinya dilakukan secara tepat waktu. Karena menurutnya, ketersediaan BBM menjadi kebutuhan penting karena sebagian besar aktivitas penangkapan ikan sangat bergantung pada bahan bakar.</p>
<p>&#8221; Pengennya mah dipenuhi ya kuotanya diperbanyak, terus pengirimannya jangan di lambatin. Biar kami para nelayan bisa lancar mencari rejekinya di laut,&#8221; harapnya.</p>
<p>Terpisah, Manager Station Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) 38-42227 Labuan, Indra membenarkan adanya keterlambatan pengiriman dari pusat.</p>
<p>&#8221; Karena memang bulan kemarin ada pengurangan, akhirnya juga terbatas. Kalau untuk pengiriman memang kami tidak memungkiri bahwa adanya keterlambatan, itu dikarenakan adanya perawatan mobil dan lain hal,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Namun, Indra memastikan ketersediaan BBM jenis solar untuk para nelayan hingga saat ini masih aman. Meskipun sempat ada Pengurangan kuota.</p>
<p>&#8221; Beberapa bulan lalu kita memang ada pengurangan kuota dari 320 ribu liter perbulan menjadi 176 ribu liter perbulan. Cuman ternyata bisa secara manual, bahkan dua bulan terakhir sudah di atas 320 ribu liter lagi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&#8221; Kita sudah infokan kepada para nelayan, artinya kita berjalan bareng-bareng lah.karena kita juga sudah perjuangkan bagaimana kebutuhan para nelayan terpenuhi, Alhamdulillah nya para nelayan juga mengerti,&#8221; tambahnya.</p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/pengiriman-lambat-nelayan-di-kecamatan-labuan-keluhkan-kelangkaan-bbm-subsidi/">Pengiriman Lambat, Nelayan di Kecamatan Labuan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261008_114549.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1080"
				height="601">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[IMG_20261008_114549]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261008_114549-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
