<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>menjaga tradisi Archives - Endemik</title>
	<atom:link href="https://endemik.id/tag/menjaga-tradisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endemik.id/tag/menjaga-tradisi/</link>
	<description>Endemik adalah platform media berita kolaboratif, terkini yang menyajikan informasi politik, olahraga, ekonomi, bisnis, lingkungan dan budaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Oct 2025 08:25:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://endemik.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-mini-logo-60x60.png</url>
	<title>menjaga tradisi Archives - Endemik</title>
	<link>https://endemik.id/tag/menjaga-tradisi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Desa Teluk Lada Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Jaga Tradisi dan Ungkapan Rasa Syukur</title>
		<link>https://endemik.id/warga-desa-teluk-lada-gelar-tradisi-sedekah-bumi-jaga-tradisi-dan-ungkapan-rasa-syukur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[endemik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 08:25:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[desa teluk lada]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan sobang]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemoab pandeglang]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah bumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=5703</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam rangka menjaga tradisi dan sebagai ungkapan rasa syukur para petani, serta persiapan untuk memulai <a class="read-more" href="https://endemik.id/warga-desa-teluk-lada-gelar-tradisi-sedekah-bumi-jaga-tradisi-dan-ungkapan-rasa-syukur/" title="Warga Desa Teluk Lada Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Jaga Tradisi dan Ungkapan Rasa Syukur" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/warga-desa-teluk-lada-gelar-tradisi-sedekah-bumi-jaga-tradisi-dan-ungkapan-rasa-syukur/">Warga Desa Teluk Lada Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Jaga Tradisi dan Ungkapan Rasa Syukur</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Dalam rangka menjaga tradisi dan sebagai ungkapan rasa syukur para petani, serta persiapan untuk memulai kembali mengolah tanah untuk memasuki musim tanam. Warga Kampung Kalapa Cagak, Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, menggelar tradisi sedekah bumi  dan Milangkala atau peringatan Hari Jadi ke-75.</p>
<p dir="ltr">Dalam kegiatan tersebut, para petani dan masyarakat berkumpul dan menggelar kirab budaya dengan membawa hasil bumi. Kemudian, warga berkumpul di Balai Kampung untuk memulai prosesi adat. Tidak hanya itu sejumlah penampilan budaya juga ditampilkan.</p>
<p dir="ltr">Ketua pelaksana sedekah bumi Kampung Kalapa cagak, Desa Teluklada, Karsono mengatakan, tradisi ini sudah dilakukan turun temurun, untuk memulai menggarap lahan pertanian para petani. Kata dia, petani dan warga melakukan sedekah bumi sebagai bentuk dari rasa syukur kepada Allah SWT.</p>
<p dir="ltr">“Tradisi dari zaman nenek moyang sebelum masa tanam itu selalu dilakukan upacara adat sedakah bumi sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah, bumi yang kita kelola dan bentuk sebagai penghormatan terhadap alam. Kemudian harapan besarnya kita bisa mendapatkan hasil yang melimpah pada saat panen,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/10/2025).</p>
<p dir="ltr">Karsono menerangkan, pihaknya menargetkan ke depan Pemerintah Daerah (Pemda) dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) kampung budaya dan adat sebagai salah satu identitas. Selain itu, lanjutnya, menjadikan Kampung Kalapa Cagak sebagai pilot project.</p>
<p dir="ltr">“Sangat kaya kabupaten kita ini. Ada mapag sri, sedekah bumi, tari saman, rampak bedug, calung dan sebagainya. Ini tentu butuh perhatian dari pemerintah dengan penetapan daerah-daerah itu sebagai kampung budaya dan ditetapkan melalui peraturan daerah. Ini effort ke depan yang akan kita dorong,” terangnya.</p>
<p dir="ltr">Ditempat yang sama, Ketua RW 07 Desa Teluklada, Taryana menyebut, budaya dan tradisi yang dilakukan masyarakat ini dapat menjadi perhatian.karena Menurut dia, ini bisa memberikan dampak yang baik untuk kemajuan daerah.</p>
<p dir="ltr">“Minta doa restunya, dorongan dan dukungannya untuk bagaimana kampung Kalapa Cagak ini bisa menjadi kampung budaya dan tentu untuk pelestarian adat dan budaya yang ada di kabupaten Pandeglang,” ucap dia.</p>
<p dir="ltr">Sementara Plt Camat Sobang, Mahfudin mengatakan, sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini karena bisa menjaga tradisi dan budaya yang ada. Terkait dengan keinginan adanya Perda Budaya, ia mengaku akan mendorong hal tersebut dapat terwujud.</p>
<p dir="ltr">“Tentunya ketua RW meminta untuk dibuat perdes. Tetapi kami dalam proses dengan pak Kades akan dibuatkan, agar kegiatan budaya ini berlanjut dan bisa dilestarikan,” imbuhnya.</p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/warga-desa-teluk-lada-gelar-tradisi-sedekah-bumi-jaga-tradisi-dan-ungkapan-rasa-syukur/">Warga Desa Teluk Lada Gelar Tradisi Sedekah Bumi, Jaga Tradisi dan Ungkapan Rasa Syukur</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251015-WA0035.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1600"
				height="900">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[IMG-20251015-WA0035]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251015-WA0035-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Kembali Gelar Festival Bubur Suro,Desa Bandung Konsisten Menjaga Tradisi di Tengah Perkembangan Zaman</title>
		<link>https://endemik.id/kembali-gelar-festival-bubur-surodesa-bandung-konsisten-menjaga-tradisi-di-tengah-perkembangan-zaman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[endemik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 12:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[DESA BANDUNG]]></category>
		<category><![CDATA[Festival bubur suro]]></category>
		<category><![CDATA[KECAMATAN BANJAR]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[pefoab Pandeglang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=5124</guid>

					<description><![CDATA[<p>Masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menggelar Festival Bubur Suro, sebuah tradisi <a class="read-more" href="https://endemik.id/kembali-gelar-festival-bubur-surodesa-bandung-konsisten-menjaga-tradisi-di-tengah-perkembangan-zaman/" title="Kembali Gelar Festival Bubur Suro,Desa Bandung Konsisten Menjaga Tradisi di Tengah Perkembangan Zaman" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/kembali-gelar-festival-bubur-surodesa-bandung-konsisten-menjaga-tradisi-di-tengah-perkembangan-zaman/">Kembali Gelar Festival Bubur Suro,Desa Bandung Konsisten Menjaga Tradisi di Tengah Perkembangan Zaman</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menggelar Festival Bubur Suro, sebuah tradisi warisan leluhur yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam. Festival ini menjadi simbol kebersamaan, doa bersama, dan rasa syukur warga, sekaligus bentuk pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.</p>
<p dir="ltr">Acara yang digelar di sepanjang jalan poros Desa Bandung, Kampung Cileuksa ini,mengangkat tema &#8221; Merawat Tradisi, Menyatu Dalam Do&#8217;a dan Budaya&#8221;, terlihat ribuan warga dari berbagai penjuru daerah memenuhi lokasi Festival . Bubur Suro hidangan khas berbahan dasar beras, santan, dan rempah yang disajikan dalam porsi besar, kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Bubur ini memiliki makna spiritual yang kuat, dipercaya sebagai simbol keselamatan dan keberkahan.</p>
<p dir="ltr">“Ini bukan sekadar makanan, tapi warisan yang mengandung nilai religius, solidaritas sosial, dan sejarah panjang masyarakat Pandeglang,” ujar Wahyu Kusnadiharja, Kepala Desa Bandung kepada wartawan, Minggu (06/07/2025).</p>
<p dir="ltr">Festival tahun ini terasa istimewa dengan penampilan seni tradisional, seperti debus, pencak silat, dan rampak bedug. Panitia juga menghadirkan pameran UMKM dan kuliner khas Banten, memperkuat peran festival sebagai ajang promosi budaya dan ekonomi lokal.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Rangkaian ini kita mulai sejak tanggal 1 Muharam, kita melaksanakan Kegiatan pawai obor.yang selanjutnya kita lanjutkan kegiatan festival bubur suro ini yang di dalamnya terdapat berbagai macam pameran UMKM dan pertunjukan kesenian, &#8221; kata Wahyu.</p>
<p dir="ltr">Meski zaman terus berubah, antusiasme generasi muda dalam mengikuti dan mendokumentasikan acara ini melalui media sosial menjadi bukti bahwa tradisi tidak luntur, justru semakin relevan jika dikemas secara kreatif dan inklusif.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Alhamdulillah ini tahun ke 3 Desa Bandung melaksanakan kegiatan festival bubur suro, dan tidak pernah sepi. Bahkan tahun ini tercatat ada sekitar 2 ribu masyarakat yang terlibat didalamnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Nantinya, lanjut Wahyu, pemenang Festival bubur suro ini akan diberikan apresiasi berupa uang pembinaan. Ada lima kategori pemenang dalam kegiatan Festival bubur suro kali ini.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Masing-masing juara 1 dan 2, diantaranya kategori penampilan panggung terbaik, partisipasi masyarakat, keunikan, cita rasa bubur, dan hiasan bubur terbaik, &#8221; pungkasnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara salah seorang peserta Festival bubur suro, Indriani mengungkapkan rasa bangganya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.</p>
<p dir="ltr">&#8221; Saya setiap tahun ikut, alhamdulillah senang sekali karena ini merupakan upaya dalam menjaga tradisi di Kabupaten Pandeglang, khususnya di Desa Bandung, &#8221; singkatnya.</p>
<p dir="ltr">Festival Bubur Suro bukan hanya perayaan, melainkan juga pengingat pentingnya menjaga akar budaya dalam menghadapi derasnya modernisasi. Tradisi tetap hidup, selama generasi penerus terus memberi ruang dan makna dalam setiap gelarannya.</p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/kembali-gelar-festival-bubur-surodesa-bandung-konsisten-menjaga-tradisi-di-tengah-perkembangan-zaman/">Kembali Gelar Festival Bubur Suro,Desa Bandung Konsisten Menjaga Tradisi di Tengah Perkembangan Zaman</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250706_192913.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1080"
				height="600">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[IMG_20250706_192913]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG_20250706_192913-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
