<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Duren Archives - Endemik</title>
	<atom:link href="https://endemik.id/tag/duren/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endemik.id/tag/duren/</link>
	<description>Endemik adalah platform media berita kolaboratif, terkini yang menyajikan informasi politik, olahraga, ekonomi, bisnis, lingkungan dan budaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2026 03:53:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://endemik.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-mini-logo-60x60.png</url>
	<title>Duren Archives - Endemik</title>
	<link>https://endemik.id/tag/duren/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>9 Tahun Jualan Duren, ASN Pandeglang Ini Dijuluki “Mamang Duren”</title>
		<link>https://endemik.id/9-tahun-jualan-duren-asn-pandeglang-ini-dijuluki-mamang-duren/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[endemik]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 03:53:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[Duren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=7122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menghalangi Mustofa, salah seorang ASN di bagian Protokol dan <a class="read-more" href="https://endemik.id/9-tahun-jualan-duren-asn-pandeglang-ini-dijuluki-mamang-duren/" title="9 Tahun Jualan Duren, ASN Pandeglang Ini Dijuluki “Mamang Duren”" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/9-tahun-jualan-duren-asn-pandeglang-ini-dijuluki-mamang-duren/">9 Tahun Jualan Duren, ASN Pandeglang Ini Dijuluki “Mamang Duren”</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak menghalangi Mustofa, salah seorang ASN di bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, untuk menjalankan usaha sampingan secara mandiri.<br />
‎<br />
Setiap musim duren lokal Pandeglang tiba, Mustofa selalu memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan duren. Uniknya, ia tidak membuka lapak khusus. Penjualannya dilakukan secara sederhana melalui status WhatsApp.<br />
‎<br />
Meski hanya mengandalkan media sosial sederhana, usaha yang telah dijalankannya selama sembilan tahun itu ternyata memiliki pelanggan tetap. Bahkan, sejumlah pelanggan rela menunggu setiap kali Mustofa mulai menawarkan duren dagangannya.<br />
‎<br />
Bagi Mustofa, rasa menjadi prioritas utama, bukan sekadar ukuran buah.<br />
‎<br />
“Bagi saya yang penting rasa. Ukuran nomor dua. Saya ingin pelanggan mendapatkan duren yang enak dan sesuai dengan harapan mereka,” ujar Mustofa.<br />
‎<br />
Pelanggan duren Mustofa pun tidak hanya berasal dari Kabupaten Pandeglang. Penikmat durennya datang dari berbagai daerah, mulai dari Serang, Tangerang, Jakarta hingga sejumlah wilayah di Pandeglang.<br />
‎<br />
Menariknya, para pelanggan rela datang langsung ke rumah Mustofa untuk mengambil pesanan. Namun, jika memiliki waktu luang, Mustofa juga bersedia mengantarkan pesanan atau melakukan delivery kepada pelanggan.<br />
‎<br />
Modal Utama Kepercayaan<br />
‎Selama sembilan tahun berjualan, Mustofa mengaku tidak memiliki kebun duren sendiri. Ia juga tidak pernah melakukan borongan pohon duren.<br />
‎<br />
Bahkan, modal yang dimilikinya setiap musim duren terkadang sangat terbatas. Namun, berkat kepercayaan yang telah terbangun dengan para tengkulak, Mustofa tetap bisa menjalankan usahanya.<br />
‎<br />
Sistemnya cukup sederhana. Mustofa mengambil duren dari tengkulak, kemudian setelah dagangannya habis terjual, hasil penjualan langsung disetorkan.<br />
‎<br />
“Kadang modal saya sedikit, bahkan pernah tidak punya modal. Tapi alhamdulillah, karena sudah dipercaya, saya bisa mengambil barang terlebih dahulu. Setelah habis, langsung saya setor,” ungkapnya.<br />
‎<br />
Kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja. Selama berjualan, Mustofa berusaha menjaga kualitas duren yang dijualnya agar pelanggan tidak kecewa.<br />
‎<br />
Tetap Utamakan Tugas sebagai ASN<br />
‎Meski aktif berjualan duren, Mustofa memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu tugasnya sebagai ASN.<br />
‎<br />
Pada jam kerja, ia tetap menjalankan rutinitas kedinasan seperti biasa. Aktivitas berjualan dilakukan di luar waktu kedinasan dengan membagi waktu sebaik mungkin.<br />
‎<br />
Bahkan, demi mendapatkan duren berkualitas, Mustofa terkadang harus mengambil pasokan hingga tengah malam langsung dari kebun.<br />
‎<br />
Mustofa juga tidak merasa malu dengan profesinya sebagai ASN meskipun harus berjualan duren.<br />
‎<br />
Ia bahkan kerap mendapat panggilan “Mamang Duren” dari pelanggan maupun orang-orang yang mengenalnya.<br />
‎<br />
“Bagi saya tidak ada yang perlu malu. Selama pekerjaan sebagai ASN tetap dijalankan dengan baik dan usaha yang dilakukan halal, kenapa harus malu,” katanya.<br />
‎<br />
‎Salah seorang tengkulak duren, Anen, mengaku telah lama mempercayai Mustofa. Setiap musim duren lokal tiba, Anen selalu memberikan pasokan duren untuk dijual kembali oleh Mustofa.<br />
‎<br />
“Saya setiap musim duren lokal pasti kasih duren ke Mustofa. Saya sudah percaya karena sistemnya ambil barang, setelah habis langsung setor,” ujar Anen.<br />
‎<br />
Menurut Anen, Mustofa juga termasuk pedagang yang sangat memperhatikan kualitas rasa.<br />
‎<br />
“Dia selalu menjaga kualitas karena tidak ingin mengecewakan pelanggan. Saya sangat salut, seorang ASN mau berjualan duren di tengah kesibukannya dan bisa membagi waktu dengan baik,” katanya.<br />
‎<br />
Anen menambahkan, Mustofa bahkan tidak jarang datang ke kebun pada malam hari untuk mengambil duren.<br />
‎<br />
Pelanggan Rela Datang dari Selatan Pandeglang<br />
‎<br />
Kesetiaan pelanggan menjadi salah satu bukti bahwa kualitas duren Mustofa mendapat tempat tersendiri bagi para penikmat duren.<br />
‎<br />
Salah seorang pelanggan tetap, Ayi, mengaku rela datang dari wilayah selatan Pandeglang setiap musim duren tiba.<br />
‎<br />
“Saya jauh-jauh dari selatan, rela datang ke rumah Mustofa untuk membeli duren. Saya sudah percaya karena kualitas rasanya selalu dijaga dan bisa memuaskan pembeli,” tutur Ayi.<br />
‎<br />
Kisah Mustofa menjadi contoh bahwa menjadi ASN bukan berarti berhenti untuk produktif dan berusaha. Dengan tetap mengutamakan tugas kedinasan, ia mampu memanfaatkan peluang ekonomi musiman melalui usaha sederhana.<br />
‎<br />
Selama sembilan tahun, dari hanya menawarkan duren lewat status WhatsApp hingga memiliki pelanggan dari berbagai daerah, Mustofa membangun usahanya dengan tiga modal utama: rasa, kejujuran dan kepercayaan.<br />
‎<br />
Bagi para pelanggan, Mustofa mungkin hanya dikenal sebagai “Mamang Duren”. Namun bagi dirinya, berjualan duren bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan menjaga kepercayaan pelanggan dan memperkenalkan kualitas duren lokal Pandeglang.</p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/9-tahun-jualan-duren-asn-pandeglang-ini-dijuluki-mamang-duren/">9 Tahun Jualan Duren, ASN Pandeglang Ini Dijuluki “Mamang Duren”</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-scaled.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1920"
				height="2560">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[IMG-20260823-WA0004]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260823-WA0004-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
