<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Petani Archives - Endemik</title>
	<atom:link href="https://endemik.id/tag/petani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endemik.id/tag/petani/</link>
	<description>Endemik adalah platform media berita kolaboratif, terkini yang menyajikan informasi politik, olahraga, ekonomi, bisnis, lingkungan dan budaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Mar 2024 21:46:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://endemik.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-mini-logo-60x60.png</url>
	<title>Petani Archives - Endemik</title>
	<link>https://endemik.id/tag/petani/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>YPUI Dampingi Masyarakat Pandeglang Kembangkan Konsep Wana Mina Tani</title>
		<link>https://endemik.id/ypui-dampingi-masyarakat-pandeglang-kembangkan-konsep-wana-mina-tani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[endemik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 21:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[Pandeglang]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tambak Udang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=2498</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yayasan Planet Urgensi Indonesia dampingi petani tambak di Kampung Tanjung Baru, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan <a class="read-more" href="https://endemik.id/ypui-dampingi-masyarakat-pandeglang-kembangkan-konsep-wana-mina-tani/" title="YPUI Dampingi Masyarakat Pandeglang Kembangkan Konsep Wana Mina Tani" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/ypui-dampingi-masyarakat-pandeglang-kembangkan-konsep-wana-mina-tani/">YPUI Dampingi Masyarakat Pandeglang Kembangkan Konsep Wana Mina Tani</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Yayasan Planet Urgensi Indonesia dampingi petani tambak di Kampung Tanjung Baru, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, untuk mengembangkan wana minta tani.</p>
<p>Konsep Wana mina tani tersebut memadukan jasa ekosistem mangrove untuk meningkatkan produktivitas perikanan serta memanfaatkan lahan pada pematang tambak untuk ditanami palawija.</p>
<p>Vivit Nurhavita, Environmental Education and Campaign Officer YPUI mengatakan, pengembangan konsep wana mina tani merupakan, salah satu program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan lembaganya untuk membantu masyarakat yang mempunyai komitmen serta kepedulian terhadap keberadaan ekosistem mangrove hutan yang ada diwilayahnya.</p>
<p>“Pendampingan masyarakat untuk mengembangkan konsep wana mina tani ini, merupakan salah satu program yang dikembangkan Yayasan Planet Urgensi Indonesia untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi,” ungkapnya saat dihubungi wartawan, Rabu, 13 Maret 2024.</p>
<p>Vivit menjelaskan, penerapan wana mina tani sebetulnya tidak asing bagi para petani tambak di Kabupaten Pandeglang. Namun, diperlukan ketelitian serta kesabaran dalam mengolah tanah atau pematang tambak yang mempunyai kadar garam yang tinggi, sehingga tanaman palawija bisa tumbuh dengan baik.<br />
Setidaknya ada 3 jenis komoditas yang saat ini tengah dilakukan pengembangan dalam konsep wana tani, diantaranya adalah budi daya ikan bandeng dan Nila, dan budidaya timun suri, jagung, melon dan semangka.</p>
<p>“Alhamdulillah konsep wana mina tani ini, sudah dilakukan sejak Januari 2024 lalu dan saat ini tanaman timun suri dan melon secara bertahap sudah panen dan untuk budidaya ikan bandeng saat ini tengah berproses,” jelasnya.</p>
<p>Selain melakukan pendampingan, Yayasan Planet Urgensi Indonesia juga memberikan bantuan permodalan mengembangkan konsep wana mina tani.</p>
<p>“ Selain melakukan pendampingan, Kami juga memberikan bantuan permodalan untuk mengembangkan kosep wana minta tani ini,”imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Carmadi Ketua Kelompok Masyarakat di Kampung Tanjung Baru, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, sangat antusias dengan adanya pendampingan dari Yayasan Planet Urgensi Indonesia Indonesia untuk mengembangkan konsep wana mina tani.</p>
<p>“Tentunya senang, karena selain diberikan ilmu-ilmu, kami juga diberikan kemudahan untuk mengakses permodalan dan kami sangat optimis jika konsep wana mina tani ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan,”imbuhnya.</p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/ypui-dampingi-masyarakat-pandeglang-kembangkan-konsep-wana-mina-tani/">YPUI Dampingi Masyarakat Pandeglang Kembangkan Konsep Wana Mina Tani</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2024/03/20240306_144640-scaled.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="2560"
				height="1152">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[20240306_144640]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2024/03/20240306_144640-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>364 Hektar Sawah di Pandeglang Gagal Panen</title>
		<link>https://endemik.id/364-hektar-sawah-di-pandeglang-gagal-panen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fani Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 01:58:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[El-Nino]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Puso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=1822</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fenomena El Nino sepanjang tahun 2023, telah menyebabkan tanaman padi Para Petani di Kabupaten Pandeglang <a class="read-more" href="https://endemik.id/364-hektar-sawah-di-pandeglang-gagal-panen/" title="364 Hektar Sawah di Pandeglang Gagal Panen" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/364-hektar-sawah-di-pandeglang-gagal-panen/">364 Hektar Sawah di Pandeglang Gagal Panen</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Fenomena El Nino sepanjang tahun 2023, telah menyebabkan tanaman padi Para Petani di Kabupaten Pandeglang kekeringan hingga mengalami Puso atau gagal panen. Akibat Puso tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang mengupayakan asuransi melalui Perusahaan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).</p>
<p>Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), pada bulan Oktober lalu mencatat, tanaman padi yang mengalami Puso di Pandeglang seluas 364 Hektar.</p>
<p>Menurut Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang Nasir, Dinas Pertanian telah berupaya menyelamatkan tanaman padi supaya jangan sampai kena Puso. Melalui pembuatan sumur bor pantek serta pompanisasi di sejumlah wilayah. Dengan memanfaatkan sumber air untuk mengairi sawah kering. Seperti di kecamatan Carita, Angsana, dan Bojong.</p>
<p>&#8220;Tapi memang ada juga yang memang kita tidak bisa melakukan upaya &#8211; upaya penyelamatan. Sumber airnya tidak tersedia, kalaupun di bor airnya asin tidak bisa dimanfaatkan untuk lahan pertanian, seperti halnya di Kecamatan Cikeusik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nasir mengatakan, setidaknya ada 364 Hektar sawah mengalami puso. Alhamdulillah sebagian petani yang mengalami Puso ada yang ikut program asuransi, dan sedang mengklaimnya.</p>
<p>&#8220;Program asuransi sebagai upaya meringankan beban petani yang mengalami bencana puso. Insyaallah nanti akan diklaim sama Jasindo,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Nasir juga mengatakan, Pihaknya telah melaporkan ke Pusat agar bisa secepatnya asuransi dicairkan. Adapun hak petani atas klaim asuransi per Hektarnya, mendapatkan uang sebesar Rp 6 Juta.</p>
<p>&#8220;Itu dari hasil bayar asuransi Rp36 ribu per bulan. Tapi bagi petani yang tidak ikut program asuransi kita tidak bisa membantu, tapi diusulkan program bantuan benih yang mudah-mudahan dapat direalisasikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Diketahui, sampai tanggal 15 Oktober tahun ini, tanaman padi yang mengalami Puso mencapai 364 Hektar, tersebar di Tujuh Kecamatan.</p>
<p>Seperti, Kecamatan Cikeusik seluas 150 hektar. Kecamatan Panimbang 50 hektar, Kecamatan Sobang 20 Hektar, Kecamatan Angsana 125 Hektar.</p>
<p>Kemudian Kecamatan Sukaresmi seluas 9 hektar. Kecamatan Cikedal seluas 6 hektar dan Kecamatan Menes seluas 4 hektar.(Fan)</p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/364-hektar-sawah-di-pandeglang-gagal-panen/">364 Hektar Sawah di Pandeglang Gagal Panen</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2023/11/gagal-panen.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="750"
				height="500">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[gagal-panen]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2023/11/gagal-panen-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
