Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP menyusul terjadinya ledakan di Kampung Cisarua, Desa Citeureup, Kecamatan panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (26/08/2026).
Olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk yang berkaitan dengan sumber maupun penyebab ledakan. Petugas juga melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di sekitar lokasi kejadian.
Dalam proses pemeriksaan, polisi mendokumentasikan kondisi lokasi serta mengamankan sejumlah benda atau material yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi mengungkapkan, saat ini telah dilakukan penyisiran oleh tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana untuk mengetahui sumber ledakan tersebut.
” Dilakukan juga dari Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor Bareskrim Polri, hari ini dilaksanakan penelitian bahan-bahan yang ada di lokasi kejadian. Kemudian juga telah dilakukan olah TKP oleh tim Inafis Polres Pandeglang, ” kata Kapolres, Kamis (27/08/2026).
Dikatakan Kapolres, Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman dan belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian.
” Peristiwa ini masih dalam penyelidikan, dugaan sementara mengarah kepada Bom ikan. Mengingat itu adalah kampung nelayan dan juga profesi yang berada di rumah adalah nelayan, ” ujar kapolres.
Hasil olah TKP nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi serta penyebab terjadinya ledakan di Dipanimbang.
” Kita melibatkan dari Puslabfor untuk mengetahui ini apa benda ini, yang diduga sebagai bahan peledak. Maka kita kerjasama untuk mengetahui jenis-jenis apa saja sumber ledakan itu, ” jelasnya.
Sebelumnya, Warga dikagetkan oleh suara ledakan yang begitu keras. Ledakan itu diduga berasal dari bom ikan.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 13.15 WIB. Akibat kejadian itu pemilik rumah bernama Muhammad Ali yang berprofesi sebagai nelayan dilaporkan meninggal dunia.
ledakan itu mengakibatkan kerusakan parah terhadap rumah korban dan empat rumah yang ada di sekitar lokasi kejadian.





