Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, meresmikan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pandeglang, Banten, pada Jumat 28 Agustus 2026. Ribuan siswa dan orang tua memadati aula sekolah berlokasi di Kecamatan Cadasari tersebut dengan antusias tinggi untuk mengantarkan anak melanjutkan pendidikan.
Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyatakan fasilitas megah tersebut merupakan hasil hibah tanah dari bupati serta dukungan anggaran ratusan miliar rupiah dari pemerintah pusat. Pihaknya meminta jajaran pengelola sekolah segera meningkatkan kualitas tenaga pengajar demi melahirkan generasi pemimpin bangsa yang handal.
“Tempatnya bagus sekali hasil hibah tanah dari ibu bupati dan anggarannya dari Bapak Presiden Jokowi melalui Kementerian Sosial sampai dua ratus tujuh puluh miliar rupiah. Saya minta kepala sekolah tingkatkan kualitas guru dan murid agar Sekolah Rakyat Terintegrasi menghasilkan anak-anak hebat calon pemimpin bangsa,” kata Wagub kepada Wartawan.
Kegiatan MPLS ini juga disambut penuh rasa syukur oleh para orang tua murid yang mendambakan pendidikan berkualitas gratis bagi anak-anak mereka. Kehadiran sekolah berasrama ini dinilai sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga kurang mampu di daerah.
Orang tua siswa SRT 1 Pandeglang asal Kecamatan Kaduhejo, Aryanti, mengaku sangat bersyukur anaknya bisa diterima bersekolah di lembaga pendidikan terintegrasi tersebut. Program asrama gratis ini meringankan beban pengeluaran keluarga karena dirinya harus membiayai empat orang anak sekaligus.
“Perasaannya senang alhamdulillah bisa masuk sini supaya anak jadi orang berguna dan mengurangi biaya karena saya punya anak empat. Semoga aja anak tenang tinggal di asrama dan urusannya lancar,” tambah Aryanti.
Pihak manajemen sekolah mencatat jumlah total peserta didik baru pada tahun ajaran perdana ini mencapai ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Pelaksanaan orientasi belajar dirancang secara komprehensif melibatkan berbagai unsur pembinaan karakter serta kedisiplinan asrama.
Kepala Sekolah SRT 1 Pandeglang, Siwi Astuti, menjelaskan jumlah total siswa tahun pertama tercatat sebanyak empat ratus tujuh puluh empat orang dari tingkat SD hingga SMA. Rangkaian kegiatan orientasi dijadwalkan mulai berlangsung pada hari Senin tiga puluh satu Agustus mendatang.
“Jumlah siswa ada 474, Rinciannya 130 siswa SD, 180 siswa SMP, dan 163 siswa SMA. MPLS dimulai tanggal 31 Agustus sampai 11 September dengan materi lingkungan sekolah, tata asrama, karakter, dan kesemaptaan bersama TNI,” terang Siwi Astuti.
Proses pengenalan lingkungan sekolah menghadirkan tenaga pendidik tamu guna memaksimalkan pendampingan siswa baru selama masa adaptasi asrama berlangsung. Pihak sekolah berharap fasilitas pendidikan Pesantren Tebuireng ini memberikan manfaat nyata bagi pembentukan karakter anak didik yang tangguh.
“Guru tamu adalah bapak ibu guru yang dimintai bantuan dari tempat kerja masing-masing jenjang SD, SMP, hingga SMA. Harapan kami di tahun pertama ini anak-anak merasakan manfaat fasilitas belajar dan menjadi generasi cerdas, berkarakter, serta tangguh,” tutup Siwi Astuti.





