Adde Rosi Harap Program Revitalisasi Sekolah Berjalan Tepat Sasaran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa berharap program revitalisasi sekolah dapat berjalan secara maksimal dan tepat sasaran juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Adde Rosi menilai revitalisasi sekolah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan atau perbaikan fisik gedung, tetapi juga harus memastikan tersedianya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

” Revitalisasi yang akan disampaikan melalui jalur reguler maupun jalur aspirasi, itu harus tepat sasaran. Betul-betul sekolah yang membutuhkan, sekolah yang dalam kondisi rusak sedang ataupun berat,” kata Adde Rosi, dalam kegiatan Workshop Pendidikan dengan tema Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Dalam Mendukung Sarana dan Prasarana Sekolah, di salah satu hotel di Kabupaten Pandeglang, Jumat (25/09/2026).

Dikatakan Adde Rosi, pelaksanaan program tersebut dilakukan dengan perencanaan yang matang serta pengawasan yang baik, sehingga hasil revitalisasi dapat digunakan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

” Kemudian juga harus tepat kualitas, jangan cepat pembangunannya saja tetapi tidak diperhatikan kualitasnya. Karena kualitas ini menyangkut keberlangsungan sekolah tersebut, jangan sampai baru 5 atau 8 tahun sudah hancur kembali. Makanya kualitas sangat diperlukan, ” tegas nya.

Menurutnya, pemerataan sarana pendidikan menjadi salah satu hal penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, sekolah yang membutuhkan perbaikan maupun peningkatan fasilitas perlu mendapatkan perhatian sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

” Kemudian harus tepat manfaat, harus betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Tujuan dari revitalisi ini kan adalah bagaimana anak-anak kita merasa aman,nyaman dan merasa termotivasi untuk lebih baik lagi. Sehingga yang kita harapkan nilainya bagus,karakternya bagus juga akhlaknya baik,” ujar Adde Rosi.

Adde Rosi juga berharap seluruh pihak terkait dapat berkoordinasi dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah, mulai dari pemerintah, pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga masyarakat.

” Karena tujuan revitalisi ini bukan hanya membangun fisiknya saja, tetapi membangun ekosistem pendidikan agar sekolah tersebut bisa menghasilkan generasi emas di tahun 2045 sesuai keinginan bapak Presiden Prabowo Subianto,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Sutoto menjelaskan, masih ada sekitar 30 persen bangunan sekolah di Kabupaten Pandeglang yang kondisinya rusak ringan hingga rusak berat.

” Contoh bangunan SD, kita ada 850 Satuan Pendidikan, sekitar 250 unitnya masuk dalam kondisi rusak. Kemudian SMP ada 150 an yang masih dalam kondisi rusak sekitar 50an, jadi tahun ini kita masih banyak yang rusak,” pungkasnya.

Sutoto berharap ditahun 2027 anggaran Revitalisasi Sekolah untuk Kabupaten Pandeglang dapat di tembak, sehingga tidak ada lagi sekolah yang kondisinya rusak.

” Kami sangat berharap, karena kita ingin mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia khususnya dari aspek pendidikan. Kalau sarana prasarananya belum memadai, bagaimana kita bisa bicara soal mutu pendidikan kan,” tutupnya.

Pos terkait