PT Telkom Indonesia Serahkan 1.920 Bibit Karang Hias Ke KABL Sukarame

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan mendukung keberlanjutan lingkungan, PT Telkom Indonesia menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa transplantasi terumbu karang kepada kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) Sukarame, di Pantai Katapang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (17/10/2026).

Melalui program bertema ‘BISA Lestari: Pulihkan Karang, Hidupkan Laut’, Telkom menyalurkan bantuan sebanyak 160 rak substrat terumbu karang serta 1.920 bibit karang hias hasil kolaborasi dengan Asosiasi Karang Hias Indonesia.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Perwakilan dari CSR PT Telkom Indonesia (Social Responsibility Center / SRC), Adrian Irfana mengatakan, kegiatan transplantasi ini merupakan langkah awal komitmen Telkom dalam memulihkan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

“Kegiatan hari ini adalah transplantasi terumbu karang, ada 160 substrat terumbu karang yang kita tanam melalui mitra kami. Kita berkomitmen untuk menjaga lingkungan agar memberikan dampak baik bagi masyarakat dan industri lokal,” kata dia.

Ia menambahkan, dipilihnya kawasan Pantai Carita karena kondisi alamnya yang sangat memungkinkan untuk pengembangan dan pemulihan terumbu karang. Pihaknya juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan berkala (monitoring dan evaluasi) agar program ini berjalan secara berkelanjutan.

“Ini merupakan penanaman perdana dan ke depan kami akan berkolaborasi kembali untuk monev dan untuk penanaman sulam. Harapan kami, dengan pulihnya ekosistem bawah laut, daya tarik wisatawan meningkat sehingga bisa memajukan sektor ekonomi pelaku UMKM di sekitar perairan Carita,” terangnya.

Ketua KABL Sukarame, Arip menuturkan, program konservasi terumbu karang di Carita yang telah dirintis sejak tahun 2017 ini telah menunjukkan dampak nyata, baik secara ekologi maupun ekonomi.

“Secara ekologi dampaknya sangat jelas. Nelayan lokal kini tidak perlu jauh-jauh lagi melaut mencari ikan karena ketersediaan ikan di kawasan pantai Carita sudah semakin pulih,” jelas dia.

Menurut Arip, tidak hanya bagi nelayan dan pengusaha perahu boot, kebangkitan pariwisata bawah laut di Carita memberikan efek ganda hingga ke sektor pertanian.

“Ketika wisatawan meningkat, dampak ekonominya meluas. Olah-oleh khas yang dibawa pulang pengunjung tak hanya hasil laut seperti ikan dari nelayan, tetapi juga hasil bumi petani lokal seperti pisang hingga emping. Masyarakat dan nelayan sangat berterima kasih atas dukungan konsisten terhadap konservasi laut ini,” terangnya.

Kegiatan ini turut mendapatkan apresiasi dari Anggota DPRD Pandeglang Dapil V, Jai Suryadi. Ia menilai, inisiatif yang dilakukan PT Telkom sangat sejalan dengan kebutuhan pemulihan wilayah pesisir Pandeglang.

“Pertama kita apresiasi kepada perusahaan yang memberikan CSR kepada Kabupaten Pandeglang. Kita punya pesisir yang panjang sekali yang memang perlu pemeliharaan lingkungan pantai, biota laut, dan bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap dia.

Jai menegaskan, pihaknya di legislatif akan terus mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mengembalikan kejayaan pariwisata Carita.

“Pandeglang itu ikon pariwisatanya ada di Carita. Sebagai anggota DPRD, kami tentu akan mendorong pemerintah kabupaten untuk bersinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha demi memajukan kembali sektor pariwisata kita,” imbuhnya.

Pos terkait