Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menekankan pentingnya peran Generasi Z (Gen-Z) sebagai agen perubahan dalam ekosistem digital. Dalam sebuah kegiatan Pelatihan Konten Kreator Untuk Gen-Z, di Hotel Horison Altama Pandeglang ,yang bekerjasama dengan Badan Riset Nasional (BRIN) ini, ia mengajak kaum muda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang edukatif dan inspiratif.
” Kita tahu bahwa dunia media sosial saat ini cukup tinggi, apalagi anak-anak muda sebagai pembuat konten.jadi, anak yang di beri pelatihan ini, bisa membuat konten yang berisi, ada valiu nya dan ada nilainya. Sehingga mereka bisa sampaikan itu di media sosial masing-masing atau bahkan mereka dapat menjadi konten kreator profesional, ” ujar Adde Rosi di hadapan ratusan Siswa, Kamis (05/02/2026).
”Gen-Z adalah pemilik masa depan digital kita. Saya ingin mereka tidak hanya ‘scroll’ dan ‘like’, tapi mulailah menciptakan narasi yang membangun, memotivasi, dan menyebarkan kebaikan,” sambungnya.
Meski begitu, politisi Partai Golkar tersebut tetap mengedepankan persoalan pendidikan bagi anak, karena menurutnya itu merupakan hal yang utama.
” Gen-Z memiliki kreativitas dan penguasaan teknologi yang luar biasa. Namun, kekuatan ini harus dibarengi dengan tanggung jawab moral agar tidak terjebak dalam arus hoaks maupun konten negatif yang memecah belah. Maka tetap nomor satu adalah pendidikan, ” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa lingkungan digital yang sehat akan berdampak langsung pada kesehatan mental masyarakat. Dengan membanjiri media sosial dengan konten positif, maka ruang bagi konten negatif seperti cyberbullying dan judi online akan semakin menyempit.
” Bagi saya ini penting, jangan sampai viralnya saja ada menariknya, yang tidak ada edukasinya, yang tidak ada hiburannya. Apalagi yang menonjolkan sisi kekerasan, sisi negatif, saya tidak mengharapkan itu terjadi, ” pungkasnya.
Selain itu, Adde Rosi Juga mengapresiasi Pemerintah melalui Komdigi yang sudah membuat PP Tunas, untuk membatasi penggunaan media sosial dan Game Online, untuk anak-anak usia 13 tahun ke bawah.
“Kita tahu banyak kejadian melalui game online,melalui media sosial yang akhirnya berimbas kepada hal-hal yang berbau negatif.Jadi adanya PP Tunas ini dapat meminimalisir hal tersebut,” tegasnya.
Dengan komitmen kolektif, Adde Rosi optimis bahwa ruang digital Indonesia akan menjadi tempat yang lebih aman dan produktif bagi semua generasi.






