Bapenda Pandeglang Sebut Banyak Developer Perumahan Belum Miliki SPPT

Perumahan Murah
Source : Nett

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kabupaten Pandeglang, melalui Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian, Yunisa mengatakan, Masih banyak objek baru yang belum memiliki SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan) di Daerah Perumahan di Pandeglang.

“Masih banyak yang belum memiliki SPPT, karena SPPT sebenarnya penggabungan awal dari Developer dulu ini, karena AJB atau sertifikatnya, biasanya mereka dibeli dari beberapa orang. Seharusnya mereka Developer mengurusnya dulu ke Bapenda, untuk menggabungkan sertifikat tanah atau AJB yang sudah dimiliki, baru menjadi satu perusahaan,” ungkapnya, saat dihubung endemik.id Selasa 7 November 2023.

Lanjut Yunisa menjelaskan, Secara prosedur, seharusnya setiap Developer Perumahan telah memiliki Izin, yang diikuti dengan SPPT. Sesuai dengan nama perusahaan dan seatplan. Sebelum akhirnya SPPT tersebut dipecah dan dibagikan kepada warga pemilik rumah yang ada di Perumahan.

“Rata-rata ini belum dilaksanakan oleh Developer pihak ketiga, jadi bagaimana mau mengurus sppt perwarga perumahan, kalau induknya developernya saja belum digabungkan,” ungkapnya.

Selain itu, Yunisa juga mengatakan masih banyak Developer perumahan baru dan lama di wilayah Pandeglang yang belum memiliki SPPT. Seperti ketika sedang melakukan pemutakhiran data dengan cara jemput bola, di seluruh kecamatan Majasari. Pihaknya banyak menemukan objek pajak baru yang berada di Perumahan.

“Ada beberapa perumahan baru yang sama sekali belum punya sppt. Saruni banyak yang belum punya sppt, perumahan astama juga kemarin itu belum, makanya kita buatkan sppt. Jadi inimah objek barulah bagi kita jadi dibuatkanlah sppt,” ungkapnya.

Kata Yunisa, setiap tahun Bapenda mengeluarkan SPPT sebanyak 608.000 untuk seluruh wajib pajak di Pandeglang. Yunisa juga mengatakan, Pemutakhiran data akan terus diperluas bukan hanya di Kecamatan Majasari, namun di kecamatan lainnya.

“Karena kita melihat di Kecamatan majasari saja permasalahannya sudah seperti itu, bearti ini kita akan luaskan lagi wilayah kecamatannya, tidak hanya kecamatan maja, Tapi kecamatan-kecamatan lainnya juga akan kita lakukan pemutakhiran data, tetap berjalan, tetap akan kita himbau, tetap akan kita lakukan jemput bola perkecamatan,”¬†Tandasnya.(Fan)

Pos terkait