BKKBN Sebut Remaja Di Banten Banyak Terjerumus Narkoba Dan Sex Bebas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Direktorat Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN, Marianus Maukuru, sebut banyak remaja di Provinsi Banten banyak terjerumus sex bebas, pernikahan dini, dan narkoba atau napza. Selasa (24/10/23)

Hal itu disampaikan, Marianus saat memberikan materi di acara kespro goes to school di Pondok Pesantren Al-Mubarok.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

“Iya (banyak) tapi saya tidak pegang datanya, tetapi itu ada banyak,” katanya.

Marianus memaparkan, gaya hidup, ekonomi hingga menonton film berbau seks menjadi salah satu penyebab yang merangsang otak untuk melakukan perilaku tersebut.

Saat ini, berdasarkan data yang dimilik ada sekitar 70 juta remaja di Indonesia yang terjerumus pada tiga hal tersebut.

“Remaja ini terlibat banyak masalah, mulai dari seks pra nikah, napza, pernikahan dini hingga terpapar HIV Aids,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BKKBN masuk ke sekolah hingga pondok pesantren untuk memberikan edukasi agar tercipta generasi emas.

“Mereka ini adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Kita edukasi untuk mendorong terciptanya generasi emas,” ujarnya.

Ia berharap, para orang tua berperan aktif ikut dalam mengawasi anaknya. Sebab untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Jadikan lingkungan rumah tempat yang hangat dan nyaman, tempat berkumpul bersama anak untuk membangun komunikasi,”¬†tukasnya.

Pos terkait