Soal Video Viral Yang Diduga Diperankan Mantan Guru Dan Murid, Ini Kata Kemenag Serang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Viral vidio asusila yang diduga diperankan antara mantan Guru dan murid yang pernah bersekolah disalah satu MTS yang ada di Kabupaten Serang beberapa waktu lalu menjadi sorotan.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Serang, Suhaemi, menjelaskan, pihaknya kerap melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

“Pembinaan kita dari Kementerian Agama khususnya dari seksi Pendidikan Madrasah sering kita lakukan mungkin bisa sebulan sekali, baik itu pembinaan madrasah, pembinaan guru-guru termasuk juga pembinaan operator-operator itu sering kita sampaikan juga,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa guru adalah cerminan para murid, untuk itu harus memberikan contoh dan berkelakuan baik.

Menurutnya, baik buruknya akhlak murid itu juga bisa terpengaruh dari sikap kurang teladannya guru dalam dunia pendidikan.

“Terkait memang Kementrian Agama, kita dalam melayani madrasah, kita sering sampaikan bahwa guru itu yang paling utama adalah keteladanan ketika memang anak pinter tapi akhlak tidak baik itu mungkin kekurangan jd kurang maksimal,” ucapnya.

Suhaemi juga berharap, guru dan murid berlomba dalam mengejar prestasi dan membentuk karakter yang baik.

“Kita ingin dua-duanya memiliki prestasi keilmuan yang mumpuni dan Memiliki akhlak yang mulia, itu memang kita utamakan ketika memang guru-guru dituntut menjadi teladan bukan hanya buat anak-anak tapi buat dirinya juga. Itu yang sering kita sampaikan ke dirinya juga,” tegasnya.

Sementara itu, terkait viral nya vidio asusila yang baru baru ini menghebohkan warga Carenang, ia menilai hal itu kembali kepada akhlak guru dan murid yang terlibat tersebut.

“Kalau itu kan kembali ke personal masing-masing karena memang jika memang di berikan pembinaan, pemahaman terkait tugas sebagai guru, mungkin saja karena memang manusia memiliki kehilangan yang sama siapapun itu, dan itupun bisa terjadi ke diri kita juga sebagai manusia juga,” jelasnya.

Oleh karena itu, kedepan untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi kembali di dunia pendidikan, kegiatan pembinaan akan lebih di tingkatkan.

‘Mungkin kita lebih intensif melakukan pembinaan supaya tidak terulang kembali ke kejadian yang sama, kita akan mengumpulkan para ketua madrasah agar nanti jangan sampai terulang, mudah-mudahan penekanan tujuan pendidikan madrasah itu yang utama adalah akhlak, insyaallah akan kita undang ke kantor kita minta koordinasi kejadian sebenarnya seperti apa,” paparnya.

Ia mengaku tidak mau mendapatkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenaranya, untuk itu Suhaemi akan melakukan koordinasi kepada sekolah tersebut.

“Kita ga ingin ada informasi yang salah, karena memang kejadian dibawah itu ada simpang siur juga walaupun dia sudah dua tahun diberhentikan, apakah kejadian itu sebelum dia diberhentikan atau sesudah diberhentikan, atau memang kejadian di Kecamatan Carenang atau di tempat lain karena kita tidak tahu, termasuk juga warga Carenang siswa madrasah tersebut atau diluar daripada madrasah tersebut, menurut informasi yang kita peroleh selama ini itu kejadiannya di Lebak wangi,”¬†tukasnya.

Pos terkait