Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) “Sahabat Kuta” yang berlokasi di Kampung Cikeutar, Desa Cipicung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten.SPPG dibawah naungan Yayasan Haji Kasmidi Kecamatan Cikedal ini mulai memasuki tahap operasional pelayanan gizi bagi masyarakat.
Perwakilan Mitra Yayasan Haji Kasmidi Kecamatan Cikedal, H. Muhlas, mengatakan peluncuran SPPG tersebut menjadi penanda dimulainya layanan pemenuhan gizi di wilayah Cikedal.
“Dengan diluncurkannya SPPG Sahabat Kita ini, kami mulai menjalankan pelayanan pemenuhan gizi secara terstruktur dan terjadwal bagi masyarakat di wilayah Cikedal dan sekitarnya,” kata Muhlas. minggu (01/02/2026).
Acara grand launching digelar di lokasi SPPG dengan dihadiri masyarakat sekitar. Selain seremoni peresmian, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim-piatu, Muhlas menyampaikan bahwa santunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial saat peluncuran.
“Pada momentum launching ini, kami juga melaksanakan santunan kepada anak yatim-piatu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan peresmian SPPG,” katanya.
Program SPPG “Sahabat Kita” dijadwalkan mulai menyalurkan bantuan gizi pada Senin, 2 Februari 2026. Pada tahap awal, layanan ini menargetkan sebanyak 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Menurut Muhlas, seluruh persiapan telah dilakukan sebelum jadwal distribusi dimulai.
“Penyaluran bantuan gizi direncanakan mulai 2 Februari 2026 dengan target awal 1.500 KPM, dan seluruh persiapan operasional telah kami selesaikan sebelumnya,” ujarnya.
Adapun sasaran penerima manfaat meliputi kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, serta pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, RA, MI, MTs, MA hingga SD, SMP, dan SMK. Fahru menyebut sasaran tersebut ditetapkan sesuai ketentuan program.
“Penerima manfaat yang kami sasar mencakup kelompok B3 dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan yang datanya telah disesuaikan dengan kebutuhan program,” katanya.
Untuk menjamin ketersediaan bahan pangan utama, khususnya beras, pengelola SPPG Sahabat Kita akan menjalin kerja sama dengan UMKM lokal yang berada di sekitar dapur SPPG. Kerja sama tersebut akan dituangkan dalam bentuk kontrak. Muhlas mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional dapur.
“Untuk kebutuhan bahan makanan, kami akan menjalin kontrak kerja sama dengan UMKM yang berada di sekitar dapur SPPG, sehingga ketersediaan dan kualitas bahan makanan dapat terjaga, juga sebagai pemberdayaan UMKM lokal sesuai amanat Presiden Prabowo” ujarnya.
Dari sisi sumber daya manusia, pengelola menyiapkan 47 relawan yang telah mengikuti pelatihan melalui program magang di dapur profesional. Operasional SPPG juga didukung oleh tenaga ahli gizi, akuntan, serta tenaga administrasi khusus SPPG. Muhlas menyampaikan bahwa kesiapan SDM menjadi bagian penting dari operasional.
“Relawan yang terlibat telah mengikuti pelatihan dan didukung oleh tenaga ahli gizi serta administrasi agar pelaksanaan layanan berjalan sesuai standar,” katanya.
Selain itu, untuk mendukung distribusi, pengelola menyiagakan tiga unit armada transportasi khusus. Armada tersebut disiapkan untuk memastikan pendistribusian bantuan gizi berjalan tepat waktu. Muhlas menyebut kesiapan armada telah disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Kami menyiapkan armada khusus agar distribusi ke wilayah dengan medan terjal tetap dapat dilakukan sesuai jadwal,” ucapnya.
Dengan diluncurkannya SPPG “Sahabat Kita”, Yayasan Haji Kasmidi mulai menjalankan layanan pemenuhan gizi di wilayah Cikedal secara bertahap sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Muhlas menegaskan seluruh kegiatan akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pelaksanaan operasional SPPG ini akan dijalankan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan,” pungkasnya.







