<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>cuaca ektrem Archives - Endemik</title>
	<atom:link href="https://endemik.id/tag/cuaca-ektrem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://endemik.id/tag/cuaca-ektrem/</link>
	<description>Endemik adalah platform media berita kolaboratif, terkini yang menyajikan informasi politik, olahraga, ekonomi, bisnis, lingkungan dan budaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 05:36:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://endemik.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-mini-logo-60x60.png</url>
	<title>cuaca ektrem Archives - Endemik</title>
	<link>https://endemik.id/tag/cuaca-ektrem/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hasil Laut Tak Menentu, Pembuat Ikan Asin Di Pandeglang Keluhkan Kurangnya Bahan Baku</title>
		<link>https://endemik.id/hasil-laut-tak-menentu-pembuat-ikan-asin-di-pandeglang-keluhkan-kurangnya-bahan-baku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[endemik]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2025 05:36:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ektrem]]></category>
		<category><![CDATA[keluhkan kurnag bahan baku]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan enggan melaut]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuat ikan asin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=4090</guid>

					<description><![CDATA[<p>Para pembuat ikan asin di Kampung teluk,desa teluk, kecamatan labuan,kabupaten pandeglang,banten, mengeluhkan minimnya bahan baku. <a class="read-more" href="https://endemik.id/hasil-laut-tak-menentu-pembuat-ikan-asin-di-pandeglang-keluhkan-kurangnya-bahan-baku/" title="Hasil Laut Tak Menentu, Pembuat Ikan Asin Di Pandeglang Keluhkan Kurangnya Bahan Baku" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/hasil-laut-tak-menentu-pembuat-ikan-asin-di-pandeglang-keluhkan-kurangnya-bahan-baku/">Hasil Laut Tak Menentu, Pembuat Ikan Asin Di Pandeglang Keluhkan Kurangnya Bahan Baku</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Para pembuat ikan asin di Kampung teluk,desa teluk, kecamatan labuan,kabupaten pandeglang,banten, mengeluhkan minimnya bahan baku. Bahan baku ikan yang didapatkan dari para nelayan itu mengalami kelangkaan dalam beberapa pekan terakhir.</p>
<p>Hal tersebut, salah satunya dirasakan oleh sakrodi (52) , Pembuat ikan asin di tempat pelelangan ikan (TPI) desa teluk.</p>
<p>&#8220;Ikan nya masih langka, keadaan cuacanya kan gak bisa di prediksi, &#8221; Kata sakrodi, Kamis (02/01/2025).</p>
<p>Biasanya, dalam sehari sakrodi mampu mengolah ikan asin hingga 200 kilo, namun saat ini hanya sekitar 50 kilo ikan.</p>
<p>&#8220;Sudah tiga pekan terakhir para nelayan enggan melaut, jadi berdampak sama kelangkaan ikan untuk kami para pembuat ikan asin, &#8221; Tambahnya.</p>
<p>Selain itu,harga ikan juga saat ini sedang tinggi, bisa dua kali lipat dari harga Normal.</p>
<p>&#8221; Satu kilo harganya sekarang tinggi, sampe 35 ribu rupiah, dari harga normal 15 sampe 20 ribu rupiah, &#8221; Ujarnya.</p>
<p>Senada dengan sakrodi, sarkim (60) pembuat ikan asin lainnya mengeluhkan minimnya bahan baku ikan asin saat ini.</p>
<p>&#8221; Gelombang tingggi dan ombak besar membuat para nelayan enggan melaut, jadi berpengaruh sama kami sebagai pembuat ikan asin, &#8221; Keluhnya.</p>
<p>Sarkim menyebut jika biasanya membuat ikan asin sekitar 100 kilo gram perhari, namun saat ini hanya bisa 15 sampai 20 kilo perhari.</p>
<p>&#8221; Saya biasa beli ikan di nelayan 15 ribu per kilo, dan dijual kembali ke konsumen seharga 45 ribu rupiah perkilonya, &#8221; Tandasnya.</p>
<p>Beberapa jenis ikan yang biasanya di oleh menjadi ikan asin antara lain, ikan kacang-kacangan, tembang, banjar dan layur. Para pembuat ikan asin berharap cuaca segera normal sehingga produksi ikan asin bisa kembali melimpah.</p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/hasil-laut-tak-menentu-pembuat-ikan-asin-di-pandeglang-keluhkan-kurangnya-bahan-baku/">Hasil Laut Tak Menentu, Pembuat Ikan Asin Di Pandeglang Keluhkan Kurangnya Bahan Baku</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20250101_133645.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1080"
				height="601">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[IMG_20250101_133645]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG_20250101_133645-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Cuaca Buruk, Nelayan di Pandeglang Memilih Tidak Melaut</title>
		<link>https://endemik.id/cuaca-buruk-nelayan-di-pandeglang-memilih-tidak-melaut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[endemik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 05:28:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ektrem]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan labuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://endemik.id/?p=3960</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akibat cuaca buruk, ratusan nelayan di desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten,tidak turun melaut. <a class="read-more" href="https://endemik.id/cuaca-buruk-nelayan-di-pandeglang-memilih-tidak-melaut/" title="Cuaca Buruk, Nelayan di Pandeglang Memilih Tidak Melaut" itemprop="url">Selanjutnya</a></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/cuaca-buruk-nelayan-di-pandeglang-memilih-tidak-melaut/">Cuaca Buruk, Nelayan di Pandeglang Memilih Tidak Melaut</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akibat cuaca buruk, ratusan nelayan di desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten,tidak turun melaut. Selama tidak melaut para nelayan memilih untuk memperbaiki kapal dan jaring yang rusak.</p>
<p>&#8220;karna cuaca ektrem, angin nya kencang sekali sejak sepekan terakhir,&#8221; kata salah seorang nelayan bernama mulki, Rabu (11/12/2024).</p>
<p>Untuk mengisi waktu luang, mulki bersama para nelayan lainnya memilih untuk memperbaiki alat tangkap ikan dan membersihkan kapal.</p>
<p>&#8221; ya paling ngberesin jaring, ngebetulin kapal yang rusak-rusak, ngebenerin mesin, &#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut mulki, mereka terpaksa tidak turun melaut demi keselamatan, karna gelombang tinggi dan angin kencang dapat membahayakan para nelayan.</p>
<p>&#8221; Bisa nyampe tiga meter kang ombak ya, makanya daripada celaka mending bersandar aja dulu di pelabuhan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulki mengaku terpaksa harus berhutang ke tetangga ataupun bank keliling, karena penghasilan mereka otomatis menurun drastis.</p>
<p>&#8221; kadang-kadang pinjem ke tetangga, terus ke bank keliling, nanti setelah cuaca reda saya Bisa melaut baru dibayar, &#8221; tandasnya.</p>
<p>Senada dengan mulki, heri nelayan lainnya juga merasakan hal yang sama.heri berharap pemerintah daerah bisa memberikan bantuan kepada para nelayan yang saat ini sedang pailit.</p>
<p>&#8221; berharap sih pemerintah memberikan bantuan kepada kami para nelayan pas musim paceklik gini, jangan banjir aja yang dikasih bantuan, Nelayan pun mengharapkan bantuan.&#8221; singkatnya. <!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_241211_122514_061.sdocx--></p>
<p>The post <a href="https://endemik.id/cuaca-buruk-nelayan-di-pandeglang-memilih-tidak-melaut/">Cuaca Buruk, Nelayan di Pandeglang Memilih Tidak Melaut</a> appeared first on <a href="https://endemik.id">Endemik</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2024/12/VideoCapture_20241211-120602.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1920"
				height="1080">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[VideoCapture_20241211-120602]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://endemik.id/wp-content/uploads/2024/12/VideoCapture_20241211-120602-60x60.jpg"
					width="60"
					height="60" />
													<media:copyright>endemik</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
