Sebanyak Dua Ruang Kelas Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Kutakarang, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten, rusak akibat terdampak tanah bergerak. Akibatnya, dua ruangan di sekolah tersebut tidak dapat digunakan lagi, karena membahayakan keselamatan para murid dan guru.
” Sebetulnya sejak bulan Januari 2026 sudah mulai ada retakan-retakan kecil di dua ruang kelas tersebut, dan akhirnya rusak parah pada senin 30 Maret 2026 lalu, ” kata Ade, salah seorang Guru di SDN Kutakarang 3, Jumat (03/04/2026).
Dikatakan ade, Kerusakan terjadi pada bagian dinding, jendela, dan plafon kelas 3 dan kelas 4. Untuk menghindari hal-hal yang membahayakan guru dan murid, proses Belajar mengajar dialihkan ke ruang dapur dan perpustakaan.
” Pas retakan pertama siswa kami langsung evakuasi siswa ke gedung bekas dapur dan ruang perpustakaan, jadi sudah kosong kelas yang rusak ini, ” jelasnya.
Diduga, lanjut Ade, kontur tanah yang labil dan curah hujan yang tinggi yang terjadi beberapa pekan terakhir.
” Ini bangunan baru, diresmikan pada Oktober 2024 dan satu tahun berjalan masih bagus kondisinya. Tapi karena mungkin tanah yang labil ditambah curah hujan yang tinggi, akhirnya terjadi lah pergeseran tanah ini, ” ungkapnya.
” Pihak sekolah sudah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kontraktor dan sudah sempat diperbaiki sebanyak 2 kali. Namun kembali rusak akibat tanah yang labil, dan kontraktor akhirnya menyarankan untuk dipotong agar ruangan yang lain tidak ikut terdampak, ” tambahnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang Wawan Munawar mengaku sudah menerima laporan dari pihak sekolah.
“Informasi kita terima dari pihak sekolahnya. Lalu pergerakan tanah melebar hingga menyebabkan dua ruang kelas rusak berat,” katanya
Wawan menjelaskan, bangunan sekolah merupakan bangunan baru bantuan Kementerian PU melalui BPPW Banten.
“Sekolah itu dibangun tahun 2024, yang membangunnya orang-orang Balai, bersumber dari APBN. Kita juga baru menerima informasi sejauh ini, kita hanya mengimbau kepada pihak sekolah agar ruangan jangan digunakan,” tutupnya.
Pihak Sekolah berharap Pemerintah segera merenovasi dua ruang kelas yang rusak akibat pergeseran tanah teraebut, sehingga proses belajar mengajar disekolah ini bisa berjalan dengan normal.





