Warga Desa Tembong, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menyuarakan keluhan terkait tanggul dan jaringan irigasi yang disebut sudah tidak berfungsi selama kurang lebih 18 tahun. Kondisi tersebut dinilai telah berdampak terhadap aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Menurut keterangan sejumlah warga, rusaknya tanggul dan saluran irigasi menyebabkan pasokan air ke lahan pertanian menjadi tidak optimal.
” Selama hampir dua dekade atau kurang lebih 18 tahun berturut-turut tanggul yang jebol dan jalur irigasi yang hancur dibiarkan membusuk tanpa tersentuh perbaikan, ” kata Entob, salah seorang petani di desa Tembong, Selasa (21/07/2026).
Menurut Entob, Ketiadaan air memaksa para petani mengambil langkah keputusasaan. Salah satunya dengan mengalihfungsikan lahan secara paksa dari padi ke palawija.
” Ini bukan pilihan, melainkan bentuk bertahan hidup di tengah kelalaian yang terstruktur. Tragisnya, anak-anak kecil di Desa Tembong kini tumbuh tanpa pernah melihat indahnya hamparan padi di desa mereka sendiri. Generasi baru ini asing dengan identitas tanah kelahirannya sebagai lumbung kehidupan, ” ujarnya.
Selain tanggul dan irigasi yang dibiarkan rusak, akses jalan pertanian pun tak pernah ada perbaikan. Para petani terpaksa harus memikul hasil panen palawija yang tak seberapa melewati jalur darurat yang rusak dan berbahaya.
”Anak-anak kami sekarang cuma tahu talas dan singkong di tanah kering ini. Mereka tak pernah lagi melihat padi menguning di Desa Tembong. Kami diabaikan—irigasi rusak tak diperbaiki, jalan tani pun tak pernah dibangunkan. Apakah kami bukan bagian dari negeri ini?” tuturnya.
Masyarakat mengaku telah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan. Namun hingga kini, mereka menilai belum ada langkah nyata yang mampu mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.
” Kami hanya meminta tindakan nyata dan seketika dari Pemerintah provinsi Banten dinas pertanian provinsi Banten pemerintah kabupaten, Kabupaten Pandeglang, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, serta instansi terkait. Beberapa tuntutan kami adalah Perbaikan Total Tanggul & Saluran Irigasi, Pembangunan Infrastruktur Jalan Tani, dan Program Pemulihan & Bantuan Pertanian, ” tukasnya.
” Jangan biarkan Desa Tembong tenggelam dalam keputusasaan. Petani tidak butuh janji manis di atas kertas, petani butuh air mengalir dan jalan yang layak hari ini juga! Kembalikan sawah kami, kembalikan masa depan anak-anak kami, ” tegasnya
Hingga berita ini ditulis, warga masih menantikan respons dan tindakan konkret dari pemerintah terkait tuntutan mereka atas perbaikan tanggul dan irigasi yang telah lama terbengkalai.






