MPLS Sekolah Rakyat Pandeglang Ditunda Hingga Akhir Agustus 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten pandeglang untuk Tahun Ajaran 2026/2027 resmi mengalami penundaan. Kegiatan yang semula dijadwalkan pada akhir Juli tersebut harus diundur guna memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung siap digunakan secara optimal oleh para peserta didik baru.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan menjelaskan, bahwa penundaan ini merupakan langkah prosedural demi menjamin kenyamanan dan keamanan siswa. Berdasarkan dokumen perjanjian kontrak, proses pembangunan fisik gedung sekolah memang masih berjalan hingga fase penyelesaian akhir.

” Pada hari jumat lalu, kita bersama stakeholder mengadakan rapat pleno untuk memutuskan kesiapan MPLS. Dalam rapat tersebut diputuskan bahwa MPLS Sekolah Rakyat dipandegkang ditunda hingga 31 Agustus 2026,” kata nya kepada wartawan, Jumat (31/07/2026).

Menurut keterangan Wawan, kendala utama belum digelarnya MPLS adalah status pembangunan gedung yang masih dalam tahap finishing. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak ingin memaksakan kegiatan belajar mengajar jika fasilitas dasar belum terpenuhi 100 persen.

” Pertimbangannya adalah semata-mata mengingat dan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan para siswa, ” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten pandeglang menargetkan seluruh pengerjaan rampung tepat waktu sesuai kontrak. Jika tidak ada hambatan dalam proses serah terima bangunan, agenda MPLS dijadwalkan akan segera dimulai pada akhir bulan Agustus.

” Dalam MPLS tahun 2026 ini, memberikan tuga gelombang. Yang pertama pada tanggal 17 Juli, kemudian kedua tanggal 31 Juli, dan terakhir 31 Agustus 2026.jadi ini kita mundur ke gelombang terakhir bersama-sama dengan Sekolah Rakyat lainnya, ” tuturnya.

Meski infrastruktur masih dalam tahap penyelesaian, Wawan memastikan bahwa dari sisi manajerial dan kesiswaan, Sekolah Rakyat Kabupaten Pandegkang sudah sangat siap. Seluruh calon siswa telah melalui proses seleksi dan verifikasi hingga penerbitan Surat Keputusan (SK).

Seluruh peserta didik yang diterima merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2. Berdasarkan data pemerintah pusat, kelompok ini mencakup masyarakat miskin dan miskin ekstrem di wilayah Kabupaten Bekasi. Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi mereka untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya, ” tutupnya.

Sementara itu, Humas Proyek Sekolah Rakyat Pamdeglang, Febiansah Pratama mengungkapkan, Progres pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang mencapai 88,82 persen.

“Saat ini sedang pengerjaan finising disetiap bangunan dan semua area lingkungan, kita targetkan selesai semuanya di tanggal 31 Agustus 2026,” katanya.

” Insya allah Optimis, karena kami dengan segala upaya bekerja dengan 3 shif melaksanakan pekerjaan dengan terencana, ” tambahnya.

Pos terkait