Warga Desa Tegal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini memiliki harapan baru dengan hadirnya jembatan merah putih presisi yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.

Pembangunan jembatan merah putih presisi yang di inisiasi Polres Pandeglang ini, diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian, serta mendukung perekonomian masyarakat setempat.
” Hari ini kita resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tegal, ini merupakan breakdown dari kebijakan Bapak Presiden, untuk membuat akses penghubung perekonomian, pendidikan, dan sebagainya, ” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi di lokasi acara, Kamis (13/08/2026).
Jembatan Merah Putih Presisi ini di bangun dengan panjang sekitar 38 meter dan lebar satu meter setengah ini, menjadi penghubung tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Cikedal, Kecamatan Saketi, dan Kecamatan Menes.
” Jembatan ini sangat bermanfaat bagi warga, terutama untuk anak-anak sekolah, kemudian untuk membawa hasil pertanian, dan lainnya, ” ujar Kapolres.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengapresiasi atas terlaksananya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tersebut. Menurutnya, Keberadaan jembatan ini dinilai sangat penting karena menjadi salah satu akses penghubung bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
” Kami Pemerintah Kabupaten Pandeglang mengucapkan Terima kasih banyak kepada Polri dalam hal ini diwakilkan oleh pak Kapolres Pandeglang yang telah Merealisasikan pembangunan jembatan ini. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, dan mempermudah akses masyarakat, ” ungkapnya.
” Diharapkan masyarakat bisa menjaga dan merawat serta melestarikan jembatan ini, sehingga usia jembatannya makin lama dan dampaknya semakin lama juga, ” tambahnya.
Sebelumnya, kondisi akses penyeberangan yang terbatas kerap menjadi kendala bagi warga, terutama saat membawa hasil pertanian maupun bepergian menuju wilayah sekitar.
Bagi warga Desa Tegal, jembatan presisi ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi juga menjadi simbol harapan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, ekonomi, dan berbagai kebutuhan masyarakat.
Warga pun berharap pembangunan infrastruktur seperti ini dapat terus berlanjut dan menyentuh wilayah-wilayah lain yang masih membutuhkan akses penghubung.
” Kami sangat merasa terbantu, sangat senang dan sangat bahagia dengan hadirnya jembatan baru ini. Akses kami bisa semakin mudah, karena sebelumnya jembatan ini sudah rusak dan tidak layak di lalui. Terima kasih bapak Kapolri, Terima kasih Bapak Kapolres Pandeglang, ” Kata Nuraeni, salah seorang warga Desa Tegal kepada Wartawan.






