Kemarau panjang menyebabkan kriris air semakin meluas di Kabupaten Pandeglang, Banten. Demi mendapatkan air bersih, ratusan warga di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, harus rela berjalan dua kilometer menyusuri terjalnya perbukitan.
Warga mengaku kemarau panjang kali ini menyebabkan air sumur di pemukiman kering kerontang.
“Haduh cep, saya jalan jauh tiap hari lebih dari dua kilometer untuk air bersih buat minum. Kemarau panjang susah makanan susah air juga gimana ini cep,” keluh Usri, warga Desa Cikeusik, Jumat (28/08/2026).
Menurut Usri akhirnya warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air, yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari desanya. Jalanan yang cukup terjal, lokasi mata air ditempuh dengan berjalan kaki. Usri mengaku ia hanya sanggup membawa satu hingga dua jerigen setiap kali mengambil air bersih.
“Airnya ditampung di ember besar di rumah,” kata Usri.
Hal senada juga diungkapkan Ida, warga Desa Cikeusik lainnya, ia menyebut tidak ada pilihan lain selain harus berjalan kaki ke perbukitan untuk mencari air bersih.
” Kita butuh air bersih pak, untuk kebutuhan mandi, cuci piring juga lainnya, ” ujarnya.
Warga berharap mendapat bantuan air bersih dari pemerintah agar tak harus menempuh perjalanan berjam-jam demi seember air bersih.





