Adde Rosi Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, mengajak seluruh warga untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Adde Rosi mengatakan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang bertujuan memotret kondisi dan perkembangan kegiatan ekonomi di Indonesia. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha, agar menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar, lengkap, serta jujur.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

“Program ini yang pasti kota berikan datanya kepada pemerintah, nanti pemerintah mau buat apa, dorongannya seperti apa, salah satunya dengan penguatan modal ya kenapa tidak, ” ujar Adde Rosi, usai menghadiri kegiatan Focus Group Discussion Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,yang digelar BPS RI di salah satu Hotel di Kabupaten Pandgelang, Senin (03/08/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memberikan data kepada petugas sensus karena seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan perundang-undangan.

Adde Rosi berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif sehingga pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas yang bermanfaat bagi pembangunan daerah maupun nasional.

” Kami berharap dengan Sensus Ekonomi ini bagaimana para pelaku usaha yang ada di Pandeglang, bisi mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, ” katanya.

Sementara Kepala BPS Banten, Yuniar Juliana mengatakan, hingga saat ini Progres Sensus Ekonomi di Banten mencapai 74 Persen. Dimana Kabupaten Pandeglang di angka 75 persen.

” Yang tertinggi Kabupaten Serang, sekitar 80 Persen. Dan yang terendah itu di Tangerang Selatan sekitar 69 Persen, ” ungkapnya.

Menurut Yuniar, kendala yang paling di rasakan adalah dari sisi respon masyarakat yang kurang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.

” Mungkin ini juga terkait karakteristik masyarakatnya sendiri. Biasanya secara umum maayarakat perkotaan itu kebanyakan yang kerja, jadi ini juga merupakan sebuah tantangan buat para petugas dilapangan, ” tuturnya.

” Kegiatan kami ini melakukan pendataan untuk kebutuhan statistik, untuk kerahasiaan data ini dijamin oleh Undang-undang. Jadi mari bersama-sama sukseskan Sensus Ekonomi tahun 2026,” harapnya.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan yang dilaksanakan BPS setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Hasil sensus akan menjadi salah satu acuan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pos terkait