Literasi Digital untuk Generasi Cerdas, Siswa SMAN 6 Pandeglang Diajak Kritis Saring Informasi dan Pahami Parlemen

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Sebanyak 100 siswa dan siswi SMAN 6 Pandeglang mengikuti program edukasi bertema “Literasi Digital untuk Generasi Cerdas: Saring Informasi, Pahami Parlemen”.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memahami peran dan fungsi parlemen.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Kegiatan ini menghadirkan unsur Sekretariat Jenderal DPR RI dan anggota DPR RI. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai tugas dan fungsi DPR RI, proses kerja parlemen, serta pentingnya kemampuan mengolah dan menyaring informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Kepala SMAN 6 Pandeglang, Nursalim, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan edukasi yang penting bagi para siswa agar mampu berpikir kritis serta mengenal lebih dekat peran dan fungsi parlemen dalam pembangunan.

“Program ini menjadi edukasi yang baik untuk anak-anak kami, agar lebih berpikir kritis dan mengenal peran dan fungsi parlemen serta kerja-kerja parlemen dalam pembangunan negeri ini,” ujar Nursalim.

Ia juga mengimbau para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut untuk memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya dan menyerap ilmu sebanyak mungkin.

Nursalim mendorong para siswa menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperluas cakrawala berpikir, meningkatkan wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.

“Gunakan kesempatan langka ini untuk berpikir kritis dan dapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Jadikan momen ini sebagai pembelajaran untuk kita semua, untuk memperluas cakrawala berpikir, memiliki wawasan luas, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, generasi muda saat ini memiliki peran penting dalam menyongsong Indonesia Emas, sehingga pendidikan dan pengembangan wawasan perlu terus diperkuat.

Sementara itu, Kepala Bagian Perpustakaan Sekretariat Jenderal DPR RI, Murni Elok Pertiwi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program edukasi yang bertujuan memupuk budaya literasi di kalangan pelajar.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan lembaga parlemen, tetapi juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara mengolah informasi sehingga mampu berpikir kritis.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi yang bisa memupuk literasi. Kami ingin memperkenalkan peran dan fungsi parlemen,” kata Murni.

Ia menjelaskan, sebanyak 100 siswa SMAN 6 Pandeglang diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Para siswa diberikan pemahaman mengenai peran dan fungsi DPR RI sekaligus pentingnya kemampuan memilah informasi yang diterima melalui berbagai platform digital.

“Kami berharap ini bukan hanya menjadi acara seremonial, tetapi lebih dari itu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah menyampaikan bahwa para pelajar di daerah memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan dan meraih pendidikan setinggi-tingginya.

Ia menilai kondisi geografis tidak semestinya menjadi alasan bagi generasi muda untuk membatasi cita-cita dan potensi yang dimiliki.

“Meskipun di Pandeglang, sebetulnya kemampuan dan keahlian itu sama, karena sama-sama masa pertumbuhan. Meskipun di bagian selatan Banten, fire on point-nya itu sama,” kata Rizki.

Rizki juga mendorong para siswa SMAN 6 Pandeglang untuk memiliki keberanian dalam menentukan masa depan, termasuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Saya yakin anak-anak di SMAN 6 Pandeglang ini memiliki keputusan untuk melanjutkan ke bangku kuliah. Jangan sampai dipatahkan oleh keadaan-keadaan yang tidak real,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting di tengah kemudahan masyarakat memperoleh informasi melalui internet dan media sosial.

“Tema kali ini adalah literasi digital,” kata Rizki.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami fungsi dan kerja parlemen, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memilah, memeriksa, dan memahami informasi secara kritis sehingga tidak mudah menerima begitu saja setiap informasi yang beredar di ruang digital.***

Pos terkait