Miris! Kekurangan Ruang Kelas, Siswa Belajar Di Mushola

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Akibat minimnya ruang belajar, puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karyabuana 02, yang berlokasi di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten pandeglang, banten, terpaksa harus belajar di dalam mushola dan Ruang Kelas Darurat. kondisi ini menyebabkan proses belajar mengajar menjadi kurang efektif, dan berdampak pada kenyamanan serta motivasi belajar siswa.

” Sudah dia tahun siswa kami belajar di dalam mushola dan ruang kelas darurat yang kami dirikan dari dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), ” kata Siti Ulfah, Kepala SDN Karyabuana 02 kepada Wartawan, Kamis (16/04/2026).

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Menurut Ulfah, Jumlah siswa yang terus bertambah tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai. Saat ini, jumlah siswa di sekolah tersebut mencapai sekitar 265 orang, sementara ruang belajar yang ada belum mampu menampung seluruh rombongan belajar secara optimal.

” Ada dua rombongan belajar yang belajar di mushola dan ruang kelas darurat, yakni kelas 1 A dan kelas 2 A. masing-masing rombel diisi sekitar 28 siswa, ” ungkapnya.

Dikatakan Ulfah, pada tahun 2024 lalu pihak sekolah telah mengajukan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) ke Pemerintah Daerah, namun hingga kini belum juga terealisasikan.

” Saya sudah beberapa kali mengajukan ke Dinas Pendidikan Pandeglang melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), tahun kemarin itu janjinya tahun ini akan dibangunkan, namun sampe sekarang gak ada. Mungkin gak ada dananya atau sebagainya, ” jelasnya.

Ulfah berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar segera menambah ruang kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan layak.

” Saya hanya ingin mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana yang lebih baik dari pemerintah daerah, Provinsi ataupun Pusat. Terutama kepada Bapak Prabowo, jangan sampai anak-anak belajar seperi sekarang ini di mushola dan ruang kelas darurat, ” harapnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 2A , Daffa mengaku sangat tidak nyaman saat mengikuti pembelajaran di mushola.

” Keganggu, panas berdesak desakan. Pengennya mah cepet pindah ke kelas biasa seperti yang lain, ” singkatnya.

Pos terkait