Soal Siswa SDN Karyabuana 02 Belajar Di Mushola, Ini Kata Disdikpora Pandeglang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Kepala Bidang (Kabid) SD pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang, Wawan Munawar menyebut, bahwa pihaknya sudah mendapat laporan perihal kondisi SDN Karyabuana 02, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, yang mengalami kekurangan ruang kelas.

“Tahun sekarang dari APBD kondisi keuangan terbatas, sementara kondisi sekolah yang rusak banyak, ” kata Wawan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (20/04/2026).

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Menurut Wawan, tahun 2024 pihaknya sudah mengundang pihak sekolah untuk pemberkasan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025, namun DAK tahun 2025 tidak ada diganti menjadi revitalisasi.

” Dari usulan kembali kami melalui revitalisasi untuk SD Karyabuana 2 di tahun 2025 , ternyata tidak terundang.Hanya terundang 35 sekolah dari revitalisasi, ” jelasnya.

Maka, lanjut Wawan, di tahun 2026 pun sekolah tersebut belum terundang, jadi paling tidak nanti kami akan anggarkan di 2027. Namun anggaran APBD paling satu lokal atau dua lokal, tidak akan semaksimal dana revitalisasi.

“Fiskal kita itu hanya diberikan dengan 873 sekolah atau tepatnya 850 untuk sekolah negeri, kita diberikan anggaran itu cuma 4 miliar untuk sarana prasarana pembangunan.
Sehingga tentunya kami tidak bisa berdasarkan hanya ke APBD, ” ungkapnya.

Dikatakan Wawan, APBD hanya yang sifatnya urgent, terlebih APBD 2026 ini sudah terkunci semuanya, bahkan mungkin sudah mau pelaksanaan.

” Jadi solusi yang paling mendekati adalah dengan kita tetap mengusulkan revitalisasi berturut-turut dua tahun, ” ujarnya.

Lebih lanjut Wawan mengungkapkan, Jumlah sekolah SD yang rusak saat ini mencapai 600 sekolah dengan kategori rusak sedang, ringan dan berat.

” Kami bagi-bagi, kalau secara keseluruhan habis 4 sekolah, satu sekolah satu miliar. Pandeglang ini sangat butuh sentuhan uang pusat. Fakta di lapangan saat ini sangat luar biasa membutuhkan uluran tangan semua pihak, ” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Akibat minimnya ruang belajar, puluhan siswa SDN Karyabuana 02, terpaksa harus belajar di dalam mushola dan Ruang Kelas Darurat. kondisi ini menyebabkan proses belajar mengajar menjadi kurang efektif, dan berdampak pada kenyamanan serta motivasi belajar siswa.

Pos terkait