Area wisata kuliner Batako di desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang kerap menjadi tujuan warga untuk menikmati aneka makanan laut kini dipenuhi sampah kayu gelondongan. Kondisi tersebut dikeluhkan para pedagang karena mengganggu kenyamanan dan merusak pemandangan di kawasan wisata.
Pantauan di lokasi, tumpukan kayu gelondongan terlihat berserakan di sekitar lapak pedagang hingga ke tepi teluk. Belum diketahui Kayu-kayu berasal dari mana hingga terbawa arus laut ke area wisata kuliner.
” Sampah kayu ini dari kemarin-kemarin datengnya, kalau datengnya gak tau yah tapi ada yang ngomong dari aceh gak tau ya namanya juga dari laut, ” kata salah seorang pedagang, Mu’minah kepada wartawan, Selasa (06/01/2026).
Menurut Mu’minah, kondisi tersebut menganggu aktivitas para pedagang maupun pengunjung.
“Pasti terganggu ya, karna kan kita pedagang ga bisa pasang lesehan karna banyak sampah,terus tamu-tamunya juga pada risih. Tapi pedagang lainnya sih tetep pada jualan, meski kondisinya begini,” ujarnya.
“Pengennya ada yang ngebersihin biar kita jualannya juga gak terganggu, ” tambahnya.
Terpisah, salah seorang nelayan, Rudin mengungkapkan, keberadaan sampah kayu gelondongan ini juga mengganggu aktivitas nelayan.
” Mengganggu sih, kan menghambat keluar masuk kapal karena ada sampah-sampah kayu, pasti lah ganggu ke nelayan. Kan takut juga kena kapal, kena jaring sampah – sampah itu, pada nyangkut ketabrak tabrak kapal jadi nelayan susah, ” ungkapnya.
Dikatakan Rudin, kayu-kayu tersebut sudah ada sejak sabtu lalu saat gelombang tinggi menerjang kawasan pantai labuan. Namun Rudin tak mengetahui darimana asal kayu-kayu tersebut.
” Sejak sabtu malam minggu, itu cuaca hujan kan lagi deras. Gak tau juga datangnya dari mana, tau-tau ada disini aja, mungkin dari sebrang dari Sumatera atau dari padang. Yang jauh lah, karena kayu-kayu jenis dan potongan begini gak ada di pandeglang
Para pedagang dan Nelayan berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk segera membersihkan sampah kayu tersebut dan melakukan penataan kawasan. Mereka menilai, kebersihan dan penataan yang baik akan meningkatkan daya tarik wisata kuliner Batako Labuan sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.







