Usai Santap Nasi Uduk Belasan Warga Kecamatan Saketi Dilarikan Ke Puskesmas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Belasan warga di Mekarsari, Desa Majau, Kecamatan Saketi, mendadak mual diduga keracunan usai menyantap nasi uduk yang dijual oleh salah satu warga sekitar. Rabu (1/11/23)

Dari informasi yang dihimpun, saat ini setidaknya ada 17 warga yang sudah dilarikan ke Puskesmas Saketi guna mendapatkan pertolongan.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Diketahui, dari 17 orang tersebut 11 diantaranya adalah pelajar yang akan melakukan aktivitas sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Diceritakan Camat Saketi, Muhadi, para korban tersebut yakni pelajar, Siswa SD sebanyak 6 orang, SLTP 2 orang, SMK 3 orang dan Masyarakat 6 orang.

Gejala yang dirasakan mereka kata Muhadi, sama-sama merasakan mual dan pusing usai menyantap nasi uduk, sehingga harus dilarikan ke Puskesmas terdekat.

“Usai mendapatkan perawatan di puskesmas semuanya sudah di pulangkan sekitar pukul 12.00 wib tadi,” ucapnya.

Beruntung, kata Muhtadi, hal tersebut dapat diatasi oleh pihak kesehatan, sehingga semua warga mendapatkan pertolongan pertama dengan baik.

Ia menyebut, pertolongan tersebut berkat kerjasama berbagai pihak, sehingga dapat segera melakukan tindakan terhadap warga yang keracunan.

“Kurang lebih perawatan dilakukan selama dua jam, bahkan ada yang di infus dua orang. Tetapi semuanya sudah membaik, ini berkat kerjasama semua pihak,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan, Mohamad Nasir Sekretaris Desa Majau, Kecamatan Saketi, ia membenarkan belasan warga di Desa Majau mengalami keracunan usai menyantap nasi uduk.

Beruntung kata Dia, semua warga tersebut sudah mendapatkan pertolongan dan selamat, kini belasan warga yang mengalami keracunan itu sudah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Ia betul, Alhamdulillah semuanya bisa diselamatkan dan sudah di pulangkan juga,” ucapnya.

Ia berharap, kejadian seperti ini, tidak lagi terulang di Desa Majau.

“Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,”¬†tukasnya.

Pos terkait