Sebuah video yang memperlihatkan warga membawa jenazah menggunakan sepeda motor di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi. Dalam video Berdurasi 31 detik yang beredar, jenazah dibawa dengan sepeda motor oleh warga.
Hasil penelusuran Tim Endemik.id kerumah korban, diketahui jenazah tersebut bernama Halimi (8) yang sedang di bawa pulang oleh pamannya bernama Halim (25) dan Kakek nya Suad (72), warga kampung Cibuluhueun, Desa Pasir Lancar.

Halim pun menceritakan Kronologis kenapa samapai jenazah dibawa pulang menggunakan motor.menurut Halim, pada minggu malam (02/08/2026) dirinya bersama ibu korban Mulianah (41) membawa korban berobat ke RSUD Labuan, lantaran korban mengalami demam tinggi. Usai berobat, karena waktu sudah larut malam, dirinya bersama korban dan ibunya memutuskan untuk menginap di rumah saudara mereka.
” Besok paginya baru kami melanjutkan pulang. kondisi keponakan saya pas mau pulang dari rumah saudara itu sudah sehat, makanya kami memutuskan untuk menggunakan motor saja, ” kata Halimi kepada Wartawan, Selasa (04/08/2026).
Namun ditengah perjalanan, lanjut Halimi, korban tiba-tiba mengerang kesakitan dan langsung menghembuskan nafas terakhir di atas motor yang sedang berjalan.
” Posisi pas ponakan saya meninggal itu paling sekitar satu kilometer dari rumah ponakan saya, jadi sudah dekat. Lalu saya minta tolong ke keluarga dirumah agar menjemput kami. Kemudian gak lama datang bapak saya atau kakek korban ini, lalu kami memutuskan untuk tetap membawa jenazah korban pakai motor, agar cepat sampai kerumah, ” terangnya.
Halim menegaskan, sepeda motor sepenuhnya merupakan keputusan keluarga dan bukan karena tidak adanya fasilitas dari Pemerintah Desa.
” Karna kalau saya nyari mobil, itu memakan waktu yang cukup lama lagi. Makanya saya memutuskan membawa ponakan saya pakai motor saja sama bapak saya. Jadi ini murni keputusan keluarga, ” sambungnya.
Terpisah, Kepala Desa Pasir Lancar, Eni membantah kabar yang beredar jika Mobil siaga tidak ada saat peristiwa terjadi.
” Jujur kami dari pemerintahan desa tidak mengetahui adanya warga kami yang sakit dan sampai meninggal, karena keluarga korban tidak berkomunikasi dengan kami untuk penggunaan mobil siaga desa itu. Kalau pun saya tahu, pasti kami akan siap sedia, apalagi ini kan kebutuhannya untuk masyarakat, kan mana mungkin kami menolak, ” tegas Eni.
” Jadi sekali lagi, mobil siaga desa ini selalu tersedia dan siap kapanpun diperlukan oleh masyarakat. Ini hanya tidak adanya komunikasi saja antara pihak keluarga dan kami dari pemerintahan Desa Pasir Lancar, ” tambahnya.






