Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026-2027, sejumlah warga di Kabupaten Pandeglang memilih menjual perhiasan emas untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya aktivitas warga di sejumlah toko emas yang menjual perhiasan demi memperoleh dana tambahan untuk biaya sekolah.
Para orang tua mengaku kebutuhan sekolah seperti seragam, sepatu, tas, buku, hingga alat tulis menjadi alasan utama mereka melepas aset emas yang dimiliki. Bagi sebagian keluarga, emas menjadi tabungan yang dapat dicairkan saat menghadapi kebutuhan mendesak, termasuk biaya pendidikan menjelang masuk sekolah.
Seorang warga kecamatan karang tanjung, Pipi mengaku hasil penjualan emas digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah anak yang akan memasuki jenjang pendidikan baru.
” Sekarang kan apa-apa mahal, jadi ya terpaksa jual emas buat beli perlengkapan sekolah anak yang mau masuk SMP, ” katanya, Selasa (23/06/2026).
Hal senada disampaikan oleh Rida, warga Kecamatan Banjar. Ia menjual emas seberat 3 gram demi membeli perlengkapan sekolah anaknya yang akan masuk sekolah dasar (SD).
“Saya juga tadi jual emas pol 1 gram, buat beli seragam sekolah sama peralatan juga. Sudah biasa kalau mau masuk tahun ajaran baru seperti sekarang ini,” ujarnya
Pedagang emas,Ahmud Machdomi menyebutkan bahwa lonjakan penjualan emas oleh masyarakat menjelang tahun ajaran baru merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun.
” Sudah sepekan terakhir warga rame yang jual emas, peningkatannya bisa sampe 40 persen dibanding hari biasa, ” ungkannya
Meski begitu, tidak sedikit juga yang membeli perhiasan. Karena saat ini menurutnya, harga emas sedang turun.
” Sekarang harga emas Rp. 2.250.000,- per gram untuk jual, makanya banyak juga yang beli, ” paparnya.





