DPUPR Pandeglang Buka Suara soal SPAM Tak Berfungsi di Desa Pakuluran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang buka suara terkait Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dilaporkan tidak berfungsi di Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang,Banten.

” Tim teknis kami sudah terjun kelapangan untuk melakukan pengecekan dan survei, ditemukan ada sambungan pipa HDPE yang terbakar. Mungkin ada masyarakat yang membakar sampah dan merambat ke pipa, ” kata Kepala DPUPR Kab.Pandeglang, Roni, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Selasa (01/09/2026).

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Dikatakan Roni, pihaknya telah berkoordinasi dengan kelompok pengelola SPAM yang dibentuk pemerintah desa dan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

” Jadi setelah di serah terima kan, SPAM itu menjadi kewenangan pihak pengelola SPAM bukan lagi kewenangan kami. Kalau nanti ada masalah dari instalasi atau kebocoran pipa, itu mereka yang harus menangani,” ujarnya.

Roni berharap fasilitas SPAM tersebut nantinya dapat kembali berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Pakuluran.

” Jadi untuk kelompok pengelola SPAM, ini menjadi pelajaran bahwasannya untuk pemeliharaan tolong dijaga baik-baik.sehingga keberlangsungan SPAM ini bisa terasa manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Akibat program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Minum (SPAM) dari Dana Alokasi Khusus (DAk) tahun anggaran 2025, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Pendataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, di Kampung Cisampih, Desa Pakuluran, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, tidak berfungsi dan tidak dapat mengalirkan air bersih. Warga terpaksa menampung air selokan yang mengalir di areal persawahan dengan kondisi keruh, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga Kampung Cisampih, Iyan mengatakan, sejak musim kemarau, untuk kebutuhan mencuci ia menggunakan air selokan yang kondisinya sangat keruh.

“Sudah 3 bulan lebih menampung air selokan, meskipun keruh terpaksa kita gunakan. Kondisi airnya kan keruh tidak layak konsumsi, makanya hanya kita gunakan untuk mencuci saja. Dulu pernah digunakan untuk mandi, tapi setelahnya badan pada gatal,” kata Iyan beberapa waktu lalu.

Pos terkait