Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak Serap 1.699 Tenaga Kerja Lokal

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, Banten, turut memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Pada periode Juni-Juli 2026, tercatat sebanyak 1.699 tenaga kerja lokal terlibat dalam pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Berdasarkan data dari PT HK-Etona KSO, total tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di kedua wilayah tersebut mencapai 4.848 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.699 orang atau sekitar 43,48 persen merupakan tenaga kerja lokal.

Secara terperinci, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pandeglang melibatkan 1.625 tenaga kerja, dengan 680 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal atau sekitar 43,85 persen.

Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak menyerap sekitar 2.332 tenaga kerja, dengan 1.019 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal atau sekitar 43,68 persen.

Humas PT HK-Etona KSO, Febiansah Pratama, mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang berlokasi di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Adapun proyek di Kabupaten Lebak berada di Kecamatan Panggarangan.

“Pembangunan kedua fasilitas pendidikan dimulai pada Desember 2025 Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak telah memasuki tahap serah terima melalui Berita Acara Serah Terima (BAST) melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Banten pada Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementrian PU,” ungkap Febiansah saat ditemui di lokasi Sekolah Rakyat Pandeglang, Senin 26 Oktober 2026.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja lokal dalam pembangunan kedua Sekolah Rakyat tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Selain membuka lapangan pekerjaan, pembangunan fasilitas pendidikan itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan sarana pendidikan yang memadai bagi masyarakat,” katanya.

Dengan keterlibatan ratusan pekerja lokal di masing-masing wilayah, proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang dan Lebak tidak hanya berfokus pada penyelesaian infrastruktur pendidikan, tetapi juga berkontribusi terhadap pergerakan ekonomi masyarakat setempat.

“Jadi, penyerapan tenaga kerja lokal yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Lebak dan Pandeglang ini sudah melampaui ketentuan ketenagakerjaan sebesar 25 persen,” ujarnya.

Febiansah menambahkan, saat ini pihaknya masih menjalankan masa pemeliharaan setelah proses serah terima pekerjaan.

“Saat ini pihak kami masih menjalankan masa pemeliharaan dalam jangka waktu enam bulan ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut turut membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Ia menilai, program Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.

“Kami sangat mendukung Sekolah Rakyat ini. Program ini tidak hanya memajukan dunia pendidikan, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian warga melalui penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.

Wawan menambahkan, keterlibatan tenaga kerja lokal tidak berhenti pada tahap pembangunan. Sejumlah warga Pandeglang juga berpeluang terlibat dalam operasional dan kegiatan Sekolah Rakyat selanjutnya.

“Seperti tenaga outsourcing, banyak yang direkrut dari warga Pandeglang, di antaranya dari KSB, Tagana, dan pendamping sosial lainnya,” tandasnya.

Pos terkait