Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menilai kegiatan Gebrag Ngadu Bedug bukan hanya sekadar hiburan tradisional, tetapi juga menjadi wadah bagi para pecinta seni dan budaya di Kabupaten Pandeglang untuk terus berkarya dan melestarikan warisan leluhur.
” Ngebuat ngadu beduk ini penting, karena menjadi momen untuk memperkenalkan kebudayaan asli pandeglang, yang memang harus dimiliki dan diketahui oleh para anak-anak muda, ” Kata Adde Rosi, usai membuka kegiatan Semarak budaya di Kebon Deni Juhut, Jumat ( 22/05/2026).
Menurut Adde Rosi, tradisi Ngadu Bedug memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat bagi masyarakat Banten, khususnya warga Pandeglang. Kegiatan tersebut mampu menyatukan seniman, budayawan, hingga generasi muda dalam satu ruang kreativitas yang positif.
“Gebrag Ngadu Bedug menjadi ruang silaturahmi para pecinta seni. Di sini bukan hanya soal tabuhan bedug, tetapi juga tentang menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
” Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas kreatif lokal, ” sambungnya.
Politisi Golkar tersebut berharap generasi muda semakin aktif mencintai budaya daerah dan tidak malu untuk terlibat dalam kegiatan seni tradisional. Ia menegaskan, budaya lokal harus dijaga bersama sebagai kekayaan dan kebanggaan masyarakat Pandeglang.
“Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, lalu siapa lagi. Seni tradisi seperti Ngadu Bedug harus terus diwariskan kepada anak-anak muda,” pungkasnya.
Tradisi Gebrag Ngadu Bedug sendiri merupakan budaya khas masyarakat Pandeglang yang telah ada sejak puluhan tahun lalu dan kembali dihidupkan sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Acara ini melibatkan puluhan kampung dan komunitas seni yang menampilkan kreativitas melalui tabuhan bedug, arak-arakan budaya, hingga pertunjukan seni tradisional lainnya.
Rencananya, ngebuat ngadu bedug akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari 29-31 Mei 2026, yang berlokasi di Alun-alun Kota Pandeglang.





