Soal Pilgub, Akademisi Nilai Dimyati Natakusumah Bisa Atasi Ketimpangan Pembangunan Di Banten Selatan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Raden Ahmad Dimyati Natakusumah yang menyatakan kesiapannya untuk maju pada kontestasi Pemilihan Gubernur Banten pada November 2024 mendatang, ternyata mendapatkan respon serta dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Akademisi Universitas Mathla’ul Anwar Banten, yakni Eko Supriatno.

Read More

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Eko Supriatno mengatakan, bahwa majunya Raden Ahmad Dimyati Natakusumaha bisa mengatasi ketimpangan atau disparitas pembangunan di Banten Selatan yang sangat jauh tertinggal dari wilayah Banten Utara dan tengah.

“kita belum pernah punya gubernur dari Banten Selatan. Maka suarakan agar Banten sekali kali dipimpin dari Banten Selatan jangan selalu dari Utara dan Tengah. Kapan keberpihakan pembangunannya ke Banten Selatan,” katanya.

Eko menilai, selama ini arah pembangunan di wilayah Banten Selatan dan Utara terjadi ketimpangan. oleh karena itu, diperlukan sosok yang berasal dari wilayah selatan agar bisa mengatasi ketimpangan tersebut.

“Namun, warga di daerah Banten Selatan tidak lantas mengiba. Mereka kuat, iIbarat kata, Utara – Selatan di Banten mencolok, Banten Utara penuh dengan gemerlap pembangunan yang jauh lebih maju segalanya dari Selatan. Makanya, udah saatnya mengubah Banten dari Selatan,” katanya.

Eko menjelaskan, jika ingin Banten kalau bersinar, harus dimulai dari Banten Selatan. Alasannya, karena kepemimpinan dari Banten Selatan artinya dia dapat melihat bahwa kepemimpinan yang efektif dan inklusif harus dimulai dengan memahami kebutuhan dan potensi masyarakat di wilayah Banten secara utuh.

“Makna kepemimpinan yang berasal dari Banten Selatan mengacu pada pentingnya memiliki pemimpin yang berasal dari dan peduli terhadap masyarakat di daerah pedesaan atau terpencil, keberpihakan, mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan,” katanya.

“Setiap kali mengunjungi daerah perbatasan dan daerah-daerah Selatan Banten, saya selalu mendapatkan spirit baru. Disparitas fasilitas infrastruktur di wilayah Banten dengan di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar (wilayah pinggiran Selatan) demikian nyata,” sambungnya.

Related posts