Jembatan Ambruk, Akses Pelajar Citoke Lumpuh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Ambruknya jembatan penghubung di Kampung Citoke, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, melumpuhkan total aktivitas harian warga setempat termasuk perjalanan anak sekolah. Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 2,5 meter yang menjadi akaes utama warga tersebut ambruk saat dilintasi truk bermuatan pasir pada Minggu (23/08/2026).

“Aktivitas sehari-hari sangat terganggu karena banyak kuli bingung mau kerja dan anak sekolah terpaksa balik lagi karena jalan tidak bisa dilalui,” ujar Supiani, warga Kampung Citoke kepada Wartawan, Senin 24 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Supiani menyebut, sedikitnya 42 Kepala Keluarga (KK) kehilangan jalur mobilitas utama untuk bekerja maupun beraktivitas ke luar perkampungan.

” Jembatan ini buatan tahun 2017, setelah ambruk ini sangat mengganggu perekonomian warga, ” ujarnya.

Bahkan, lanjut Supiani, para pelajar terpaksa tak melanjutkan pergi kesekolah karena takut menyebrangi jembatan sementara yang terbuat dari barang pohon kelapa.

” Anak-anak terpaksa pulang lagi ke rumah masing-masing karena takut, jalan alternatif lain gak ada, ini satu-satunya jalan kami, ” ungkapnya.

Hal secara juga di katakan Surni, warga Kampung Citoke Lainnya, Surni mengaku merasa sangat terganggu atas terputusnya akses jembatan yang biasa digunakan mengantar anak-anak menuju fasilitas pendidikan tersebut. Selain itu ibu-ibu rumah tangga juga kesulitan menjangkau pasar tradisional akibat lumpuhnya jalur penyeberangan sungai setempat.

“Mau ngantar anak sekolah jadi terganggu dan ibu-ibu mau aktivitas ke pasar juga terganggu karena jembatan putus,” kata Surni.

Ia pun mendesak pemerintah daerah segera membangun kembali infrastruktur jembatan agar aktivitas warga pulih normal.

“Harapan segera dibangun lagi jembatan biar anak-anak aktivitas lagi. Kalo gini boro-boro motor orang juga tidak bisa lewat,” pungkasnya.

Pos terkait