Kejari Pandeglang Sita Aset Senilai Rp7,5 Miliar Terpidana Korupsi Kredit Fiktif Bank bjb Labuan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang mengamankan aset dalam perkara Kredit Fiktif Bank bjb Labuan tahun 2018 senilai Rp7,5 miliar milik terpidana kasus korupsi kakap berinisial TN.

“Kejaksaan membuktikan komitmennya yang tidak akan pernah main-main. Uang rakyat yang diambil dengan cara tidak sah akan dikejar sampai kapan pun dan di mana pun disembunyikan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Surayadi Sembiring, melalui Kepala Seksi Intelejen, Bangga Prahara, Senin (02/11/2026).

Bacaan Lainnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE

Dikatakan Bangga, langkah nyata penyelamatan uang negara ini dipimpin langsung oleh Alif Darmawan Maruszama, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Pandeglang bersama tim jaksa eksekutor.

“Tindakan tegas ini merupakan jawaban nyata atas harapan besar masyarakat yang merindukan keadilan yang utuh. Pengejaran aset koruptor ini pun dilakukan secara total, di mana kejaksaan melacak dan mengejar aset terpidana hingga ke wilayah Bandung,” ujarnya.

Menurut Bangga, terpidana TN sebelumnya telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara berdasarkan putusan hukum tetap (inkrah) dari Pengadilan Tinggi Banten. Pengusaha tersebut dinyatakan bersalah secara sah dan meyakinkan karena membobol dana Bank BJB Labuan senilai Rp10 miliar dengan modus menggunakan dokumen dan Surat Perintah Kerja (SPK) proyek palsu.

“Penyitaan aset berskala besar ini bukan sekadar formalitas. Sita eksekusi tersebut dilakukan secara khusus untuk menutupi hukuman denda serta uang pengganti yang wajib dibayarkan oleh terpidana ke negara,” tegasnya.

Kejaksaan memastikan, lanjut Bangga, koruptor tidak boleh lagi menikmati hasil kejahatannya secara bebas sementara rakyat yang menanggung ruginya.

“Saat ini, penegakan hukum di bawah komando Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Pandeglang tidak hanya berhenti pada menjebloskan pelaku ke balik jeruji besi. Aset miliaran rupiah yang berhasil disita tersebut langsung diserahkan ke Bidang Pemulihan Aset dan Barang Bukti untuk segera dilaksanakan lelang secara terbuka dan transparan,” pungkasnya.

Masih kata Bangga, seluruh uang yang didapatkan dari hasil lelang tersebut nantinya akan langsung disetorkan kembali ke dalam kas negara. Keberhasilan Kejari Pandeglang dalam memburu dan menyita aset hingga ke luar daerah ini menjadi bukti yang menggugah hati masyarakat bahwa hukum benar-benar hadir sebagai pelindung rakyat kecil.

“Aksi nyata ini menegaskan sebuah pesan kuat di Pandeglang, setiap rupiah uang rakyat yang dicuri wajib kembali ke tempat asalnya demi kemakmuran masyarakat,” tandasnya.

Bangga berharap peran aktif seluruh masyarakat untuk bersama-sama dalam melawan korupsi dan menjaga uang rakyat.

“Ke depan, tata kelola harus dibenahi total karena banyak modus serupa. Kami peringatkan dengan tegas kepada para pelaku korupsi, tidak ada tempat aman untuk bersembunyi. Kami akan kejar dan sikat habis,” tutupnya.

 

Pos terkait